Fran Adi terlihat cukup tenang ketika mengeksekusi tendangan penalti. Di menit 81, ketika mengeksekusi penalti yang pertama, dia mengambil posisi cukup dekat dengan bola. Tendangannya tidak cukup keras. Kiper Arema FC sudah membaca ke mana arah bola. Namun, bola bersarang ke sudut gawang.
Fran Adi juga tak terlihat gugup saat mendapat kesempatan mengeksekusi tendangan penalti kedua. Bedanya, sepakan pemain nomor punggung 4 kali ini mengecoh kiper Arema FC. Tendangan Fran Adi yang tampak mengarah ke kiri justru di luar dugaan. Bola bersarang ke tengah gawang.
Seorang perempuan berjilbab yang duduk di tribun utara lapangan berteriak kegirangan usai gol kedua Persekap Jr. Fran Adi pun menghampirinya. Kali ini dia tak melakukan selebrasi atas kemenangan yang diraih. Dia mendekati perempuan paruh baya itu, ibunya. Lantas memeluknya dari celah pagar lapangan.
Perempuan itulah yang memberikan suntikan semangat bagi Fran Adi. Tak terkecuali saat laga penentu kemarin. Dukungan yang selalu dicurahkan sang ibu membuat Fran Adi berjuang mati-matian. Berkat doa sang ibu pula, Fran Adi bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik.
Selama babak penyisihan grup, Fran Adi memang tampil cukup gemilang. Terutama di posisinya sebagai defensive midfielder. Dia cukup jago mengintersep bola ketika Persekap Jr mendapat serangan. Dia punya kelihaian memotong operan lawan yang patut diacungi jempol. Fran Adi bahkan tidak canggung saat harus duel dengan pemain lawan. Sebuah skill yang memang harus dimiliki seorang pemain bertahan.
Tak hanya itu. Dalam beberapa kali pertandingan, dia juga cukup cerdik melakukan transisi positif. Dia bergerak ke depan untuk membantu penyerangan ke daerah lawan. Salah satunya saat berhadapan dengan Maestro FC. Fran Adi menyumbang satu gol dalam laga tersebut. (tom/hn) Editor : Jawanto Arifin