Liga Tarkam yang mempertandingkan puluhan tim dari masing-masing kelurahan itu juga sekaligus bakal dijadikan ajang mencari bibit pemain andal. Ada 24 kelurahan yang akan ambil bagian dalam turnamen sepak bola yang mulai bergulir awal Oktober mendatang. Semua pertandingan dipusatkan di Stadion Untung Suropati. Turnamen ini tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.
“Ada pembatasan jumlah penonton. Nanti setiap tim yang bertanding hanya boleh membawa 25 orang suporter,” ungkap Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf.
Ajang itu disebutnya sebagai Liga Tarkam pertama yang digelar di tingkat daerah. Gus Ipul mengatakan, ada alasan tersendiri mengapa pemkot mengadakan Liga Tarkam. Sebab Liga Tarkam selama ini kerap mengundang tawuran. Sehingga terkesan menakutkan bagi masyarakat.
“Kami ingin Liga Tarkam menyehatkan dan menyenangkan, bukan menyeramkan, menakutkan dan berakhir tawuran,” urainya.
Di samping itu, Liga Tarkam ini juga sekaligus menjadi kesempatan untuk mencari bibit pemain sepak bola demi kemajuan sepak bola Kota Pasuruan. “Ada beberapa yang memang sedang kami persiapkan, termasuk untuk liga remaja dan pekan olahraga provinsi (porprov),” tambahnya.
Ketua Panitia Pelaksana Liga Tarkam Abdullah Junaedi mengatakan, ada sejumlah syarat bagi pemain yang bertanding. Yakni berusia 17 tahun maksimal 2 orang, 18 tahun sebanyak 2 orang dan 21 tahun sebanyak 2 orang. “Usia 21 tahun untuk persiapan liga remaja, dan usia 17-18 tahun nanti kami persiapan di Porprov. Sisanya bebas, mau usia berapapun,” paparnya. (tom/fun) Editor : Jawanto Arifin