Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Atlet Bayu Kencana Hanya Tembus Semi Final di Sirkuit Nasional

Fandi Armanto • Jumat, 3 Agustus 2018 | 23:27 WIB
KURANG BERUNTUNG: Erwin Rendana Purnomo-Riska Ayu Indah Sari, pasangan ganda dari Klub Bayu Kencana saat berlaga di ajang sirkuit nasional. (Istimewa)
KURANG BERUNTUNG: Erwin Rendana Purnomo-Riska Ayu Indah Sari, pasangan ganda dari Klub Bayu Kencana saat berlaga di ajang sirkuit nasional. (Istimewa)
PASURUAN–Sejumlah atlet dari Klub Bayu Kencana Pasuruan gagal meraih prestasi tinggi dalam Sirkuit Nasional Premier 2018. Belasan atlet yang mengikuti turnamen yang dihelat di Jawa Barat itu, hanya unggul dalam partai semifinal (27/7) lalu.

Wakil Ketua PBSI Kabupaten Pasuruan, Joko Purnomo mengatakan pihaknya mengirimkan 13 atlet untuk mengikuti turnamen tersebut. “Masing-masing ada 8 atlet putra dan 5 atlet putri,” ungkapnya. Namun dari sejumlah atlet tersebut, hanya kelompok Ganda Dewasa Campuran yang menembus babak semifinal.

Mereka merupakan pasangan Erwin Rendana Purnomo-Riska Ayu Indah Sari. Pasangan Erwin-Riska dinyatakan lolos ke putaran kedua lantaran pada putaran pertama atlet yang menjadi lawannya gugur dengan sistem bye.

Di putaran kedua, mereka berhasil menekuk lawannya yakni Sandi Darma-Yoshimi dari Mutiara Cardinal Bandung. Keunggulan didapat dengan skor 21-18, 16-21, 21-18. Sementara itu, di putaran perempat final pasangan Erwin-Riska kembali mengemas kemenangan sebagai tiket ke putaran selanjutnya.

Saat melawan pasangan Tedi Supriadi-Keshya Nurvita dari klub Berkat Abadi Banjar, mereka kembali unggul dengan skor 21-14 dan 21-17. Sayangnya, kerja keras Erwin-Riska harus terhenti di putaran semifinal saat menghadapi atlet Jaya Raya Jakarta Pusat, Amri Shaynawi-Shela Devi.

Di set pertama, Erwin-Riska kalah dengan skor 11-21. Upayanya untuk merubah skor pada set kedua pun tak mampu dilakukan dengan skor akhir 12-21. Dengan begitu, Erwin-Riska harus pulang dengan gelar juara tiga kelompok ganda dewasa campuran.

Meski begitu, Joko tetap mengapresiasi kerja keras atlet binaannya untuk dapat menuai prestasi. Menurutnya, setiap atlet memiliki potensi yang cukup baik. Hanya saja, diperlukan untuk terus berlatih. “Kami cukup bangga atlet binaan kami meski tak keluar sebagai juara. Artinya mereka sudah memiliki jam terbang dan mental tinggi dari hasil turnamen ini,” tandasnya. (tom/fun) Editor : Fandi Armanto
#Sirkuit Nasional Badminton