
PEMERINTAH Desa Sumendi, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, terus mendorong penguatan ketahanan pangan sekaligus pengembangan potensi ekonomi desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Maju Bersama. Salah satu unit usaha yang dikembangkan adalah budi daya ayam petelur jenis elba.
BUMDES Maju Bersama Desa Sumendi terus ambil bagian dalam merealisasikan program desa. salah satunya dalam program ketahanan pangan. Kini, badan usaha ini mengelola sekitar 40 ekor ayam petelur. Setiap hari, ayam-ayam tersebut menghasilkan telur yang kemudian dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar.
“Biasanya kami jual secara online ke warga. Kami juga menyiapkan sistem pesan-antar,” ujar Ketua BUMDes Maju Bersama Annisa Mazroatul Ilmiyan Tita.
Dalam pemeliharaannya, pengurus BUMDes juga memperhatikan aspek kesehatan, keselamatan kerja (K3), serta kondisi ayam. Petugas menggunakan alat pelindung diri (APD) setiap kali memasuki area kandang, termasuk saat memberikan pakan.
Menurut Annisa, penggunaan APD tidak hanya bertujuan menjaga keselamatan petugas, tetapi juga membantu menjaga ayam agar tidak mudah stres. Warna pakaian yang digunakan petugas diupayakan tetap sama, sehingga ayam terbiasa dengan kondisi tersebut.
“Kalau petugas masuk tanpa APD, ayam bisa ketakutan dan stres. Karena itu, kami menggunakan APD setiap kali memberi makan. Dengan warna pakaian yang sama, ayam menjadi lebih tenang,” jelasnya.
Pengembangan peternakan juga mendapat pendampingan dari Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo. Jumat (21/8) lalu, digelar penyuluhan terkait peternakan di Balai Desa Sumendi. Materinya, antara lain pencegahan dan penanganan penyakit menular pada hewan ternak.
Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) Diperta Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryulianto mengatakan, pihaknya telah dua kali melakukan kunjungan ke BUMDes Maju Bersama. Pendampingan dilakukan agar pengelolaan unit usaha peternakan dapat berjalan secara baik dan berkelanjutan.
“Kebetulan BUMDes di Desa Sumendi ini mengembangkan ayam petelur dan kami sudah dua kali datang. Harapannya, seluruh unit usaha dan pelaku usaha dapat terus berkomunikasi dengan dinas terkait, baik dalam penanganan, pelayanan, manajemen, maupun pemeliharaan,” ujarnya.
Selain ayam petelur, BUMDes Maju Bersama juga mengembangkan sektor hortikultura. Pendamping Desa Sumendi Shinta mengatakan, saat ini pihaknya membudidayakan terong hijau dan terong ungu menggunakan media polibag.
Hasil panennya akan dipasarkan langsung kepada masyarakat. Jika budi daya menggunakan polibag berjalan optimal, BUMDes berencana mengembangkan metode hidroponik sebagai tahap berikutnya. “Harapannya tentu dapat mendongkrak pendapatan desa sekaligus menyerap tenaga kerja dari masyarakat,” katanya.
Untuk menjaga transparansi pengelolaan usaha, pengurus BUMDes juga rutin menggelar rapat laporan pertanggungjawaban (LPj). Evaluasi dilakukan dua kali dalam setahun atau setiap semester dengan menyampaikan perkembangan kinerja sekaligus laporan keuangan. “Dalam kegiatan ini, pihak BUMDes menyampaikan kinerja dan laporan keuangan secara transparan,” jelas Shinta. (gus/rud/*)
KDMP Diharapkan Jadi Penggerak Ekonomi Desa
PEMBANGUNAN infrastruktur tak luput dari perhatian Pemerintah Desa Sumendi. Begitu juga dengan peningkatan perekonomian dan pelayanan masyarakat.
Kepala Desa Sumendi Nasuha mengatakan, pihaknya sangat mendukung adanya program Pemerintah Pusat terkait Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Salah satunya dengan menyediakan lahan yang bersumber dari tanah kas desa (TKD).
Penentuan lokasi pembangunan dilakukan melalui musyawarah desa. Berdasarkan hasil kesepakatan, gedung KDMP dibangun di Dusun Sumendi Barat. “Dalam prosesnya, kami memilih melalui musyawarah desa dan disepakati di Dusun Sumendi Barat,” katanya.
Lokasi tersebut cukup strategis karena berada tidak jauh dari permukiman warga serta memiliki akses yang mudah dijangkau melalui jalan kabupaten.
Sejumlah sarana dan prasarana untuk mendukung operasional koperasi juga telah diterima. Di antaranya, ada rak, komputer, pendingin ruangan (AC), kamera pengawas (CCTV), serta kendaraan operasional berupa dua kendaraan roda tiga, satu pikap, dan satu truk.
“Ada dua roda tiga, satu pikap, dan satu truk. Jadi nanti tinggal menunggu barang-barang yang akan dijual dan bisa langsung beroperasional,” ujarnya.
Keberadaan KDKMP diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak perekonomian masyarakat. Koperasi tersebut nantinya akan menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat, mulai kebutuhan pokok, obat-obatan, hingga pupuk yang dibutuhkan petani.
Nasuha berharap keberadaan koperasi dapat memudahkan masyarakat memperoleh kebutuhan sehari-hari, sekaligus memberikan dampak positif terhadap perekonomian desa. “Harapan kami dengan adanya koperasi, nantinya masyarakat makin sejahtera,” katanya.
Pembangunan fisik lainnya dilakukan melalui pavingisasi jalan di Dusun Polai, yang menuju permukiman warga sekaligus akses tembus menuju Desa Bayeman. Sebelum diperbaiki, ruas jalan tersebut masih berupa jalan tanah sehingga kondisinya menjadi becek dan sulit dilalui ketika hujan.
Pemerintah Desa Sumendi kemudian memprioritaskan jalan tersebut untuk dipaving karena menjadi salah satu jalur yang cukup sering digunakan masyarakat. “Karena ini jalan tembusan yang sering dilintasi masyarakat juga, oleh karena itu kami prioritaskan untuk dapat dipavingisasi,” jelas Nasuha.
Pavingisasi dilakukan sepanjang 105 meter dengan lebar tiga meter. Setelah pembangunan rampung, masyarakat kini dapat melintasi jalan tersebut dengan lebih nyaman, terutama saat musim hujan. “Alhamdulillah setelah dilakukan pavingisasi, kini masyarakat tidak kesulitan lagi ketika melintas. Sudah jauh lebih nyaman dan mereka merasa senang,” katanya. (gus/rud/*)
Editor : Fahreza Nuraga