
PASURUAN, Radar Bromo-Hingga hari ke-12 penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), luasan kawasan TNBTS yang terdampak tercatat sekitar 1.120,2 hektare.
Kendati tidak lagi ditemukan firespot, satgas masih akan melakukan patroli, pemantauan, pendinginan, dan pembersihan dalam beberapa hari ke depan.
Langkah tersebut juga dibarengi sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat serta wisatawan.
Edukasi dinilai penting untuk mencegah munculnya sumber api baru, terutama di kawasan yang memiliki potensi rawan kebakaran.
“Kegiatan semacam ini juga akan dilakukan beberapa hari ke depan, yaitu patroli mencari potensi titik api sekaligus memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat,” terang Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan selaku Dansektor Penanganan Karhutla Wilayah Korem 083/Bdj.
Penanganan tersebut menjadi bagian dari upaya untuk memastikan kawasan TNBTS benar-benar aman sebelum aktivitas wisata kembali dibuka.
Satgas juga terus berkoordinasi dengan pengelola TNBTS terkait kondisi keamanan kawasan dan rekomendasi pembukaan kembali destinasi wisata.
“Kami akan memberikan rekomendasi kepada TNBTS untuk membuka tempat wisata ini apabila kondisi sudah aman. Kami juga mengimbau semua pihak agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi,” pungkas Wahyu.
Sementara itu, Kepala Disporapar Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi mengatakan, kondisi api di sekitar Seruni Point sudah tidak tampak.
Karena itu, pihaknya bakal menyiapkan pembukaan kembali Seruni Point setelah sempat ditutup sementara.
Untuk itu, telah dilakukan pemeriksaan kondisi bangunan puncak empat pilar, tangga, suhu tanah, kebersihan, dan kesiapan petugas. Termasuk pemeriksaan visual titik api yang sudah tidak tampak. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi