SUKAPURA, Radar Bromo – Api yang membakar kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) selama 11 hari, dinilai sudah padam. Memasuki hari ke-12 penanganan kebakaran Bromo pada Jumat (14/8) pagi, petugas tidak menemukan titik api (firespot) baru.
Meski demikian, petugas masih mewaspadai delapan titik panas (hotspot) yang ada saat ini. Titik panas terus dipantau agar tak sampai menimbulkan api baru.
Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan selaku Dansektor Penanganan Karhutla Wilayah Korem 083/Bdj mengatakan, delapan hotspot tersebut tersebar di Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Pasuruan.
Dua hotspot berada di sekitar Seruni Point, Kabupaten Probolinggo. Sementara enam hotspot lainnya berada di Kabupaten Pasuruan.
“Ada delapan titik hotspot yang kami waspadai dan dilakukan pendinginan atau pembasahan, yaitu dua titik hotspot di sekitar Seruni Point yang masuk wilayah Kabupaten Probolinggo dan enam hotspot yang masuk wilayah Kabupaten Pasuruan,” ujarnya.
Meski tidak ditemukan firespot baru, penanganan belum dihentikan. Petugas tetap melakukan pendinginan dan pembasahan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa dan berpotensi kembali memicu kebakaran.
“Memang tidak ada firespot, namun hotspot masih kami temukan. Karena itu akan kami lakukan pendinginan dan pembersihan,” jelas Wahyu.
Selain penanganan melalui jalur darat, operasi udara juga disiapkan untuk mempercepat proses pendinginan.
Sehari sebelumnya, operasi water bombing telah dilaksanakan sebanyak enam sortie. Total ada 25 kali penyiraman atau run.
“Untuk water bombing kemarin sudah dilaksanakan enam sortie dengan total 25 run. Rencana hari ini, apabila cuaca bagus dan tidak berkabut, akan kembali dilaksanakan enam sortie,” terangnya.
Wahyu berharap, kondisi cuaca tetap cerah dan tidak berkabut, sehingga operasi udara dapat berlangsung optimal.
Selain membantu proses pendinginan, pemantauan dari udara juga dilakukan untuk mendeteksi apabila muncul firespot baru.
“Sampai sekarang petugas masih tersebar untuk memantau, sekaligus mencari titik api. Kami juga melaukan pantauan langsung dari udara,” tambahnya. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi