WONOASIH, Radar Bromo- Pemkot Probolinggo makin optimistis pembangunan Gedung Sekolah Rakyat (SR) Kota Probolinggo bakal terealisasi tahun depan. Alasannya, Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) atas lahan yang akan dibangun sudah turun dari Kementerian ATR-BPN.
Bahkan, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Kota Probolinggo tengah melelang proyek pengurukan lahan dengan pagu anggaran Rp 2,6 miliar. Lahan yang akan dibangun Gedung SR itu berada di Kelurahan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih.
Total luas lahan itu mencapai 7 hektare. Namun untuk pematangan hanya akan dilakukan di lahan yang akan dibangun gedung utama seluas 27.250 persegi.
“PKKPR sudah kami dapatkan. Pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat kami upayakan segera terealisasi,” ujar Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, beberapa hari lalu.
Kepala Dinas PUPR-PKP Kota Probolinggo Gofur Effendi mengatakan, pihaknya berupaya wujudkan pembangunan Gedung SR. Pembangunannya butuh persiapan lahan yang matang. Salah satunya pengurukan lahan untuk memastikan kondisi tanah stabil dan siap dibangun.
“Pekerjaan pengurukan ini krusial untuk menciptakan fondasi yang kuat dan meminimalisasi risiko genangan air,” katanya, Senin (4/8).
Anggaran Rp 2,6 miliar untuk pengurukan lahan Gedung SR, kata Gofur, dialokasikan dari Dana Alokasi Umum (DAU). Kini, proyek rencana pengurukan lahan ini masih proses tender. Pihaknya menargetkan pengurukan rampung dalam waktu 63 hari kalender.
“Luas lahan yang akan dipakai gedung utama 27.250 meter persegi. Luas total lahan memang 7 hektare, itu termasuk fasilitas-fasilitas pendukung. Tetapi yang akan disiapkan atau dikerjakan tahun depan hanya untuk gedung utama SR,” terangnya.
Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo Muchlas Kurniawan mengatakan, sejak awal pihaknya mendorong organisasi perangkat daerah (OPD) segera jemput bola ke kementerian jika ada kendala dalam pembangunan gedung SR. Sebab, sejak awal Kota Probolinggo sudah ditetapkan menjadi daerah yang akan dibangun SR. Karena itu, Pemkot harus memastikan rencana pembangunannya terealisasi.
“Kami berharap tahun ini pengurukan atau pematangan lahan rampung dan dipastikan siap dibangun, sehingga tahun depan Kementerian bisa merealisasikan pembangunan gedungnya,” katanya. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga