Pemerintah Desa Branggah, Kecamatan Lumbang, Incar PADes melalui Unit Usaha Sapi Perah

Inneke Agustin • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 07:22 WIB

PRODUKTIF: Operator Desa Branggah Suwanda bersama Kepala Dusun Kucur I Muhammad Angga Gilang Ramadhan memantau sapi perah yang dikelola BUMDes. (INNEKE AGUSTIN/JAWA POS RADAR BROMO)

PRODUKTIF: Operator Desa Branggah Suwanda bersama Kepala Dusun Kucur I Muhammad Angga Gilang Ramadhan memantau sapi perah yang dikelola BUMDes. (INNEKE AGUSTIN/JAWA POS RADAR BROMO)

PEMERINTAH Desa Branggah, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, terus menggenjot kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program strategis. Upaya tersebut difokuskan terhadap penguatan ketahanan pangan berbasis Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Serta, pembangunan infrastruktur yang menunjang aktivitas ekonomi warga.

Usaha sapi perah menjadi salah satu program unggulan desa dalam pengembangan BUMDes. Saat ini ada tiga ekor sapi perah yang dipelihara dan saban hari mampu menghasilkan susu segar.

“Hasil susu tersebut dipasarkan ke sejumlah desa hingga kecamatan di sekitar Desa Branggah," ujar Kepala Desa Branggah Sukamto.

Menurutnya, program ini tidak hanya bertujuan memperkuat ketahanan pangan desa. Tetapi, juga menjadi langkah dalam memompa Pendapatan Asli Desa (PADes). Usaha sapi perah juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.

“Kami juga memberdayakan warga sekitar kandang. Ada yang merawat sapi dan ada yang bertugas mencari rumput, sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," katanya.

SEHAT: Salah seorang balita diukur tinggi badannya dalam kegiatan Posyandu Balita di Desa Branggah (PEMERINTAH DESA BRANGGAH FOR JAWA POS RADAR BROMO)
SEHAT: Salah seorang balita diukur tinggi badannya dalam kegiatan Posyandu Balita di Desa Branggah (PEMERINTAH DESA BRANGGAH FOR JAWA POS RADAR BROMO)

Untuk menjamin kualitas pakan, pemerintah desa menanam rumput gajah secara mandiri di lahan seluas sekitar 600 meter persegi. Rumput kemudian dikombinasikan dengan polar, konsentrat, dan katul agar kebutuhan nutrisi sapi terpenuhi. “Pakan yang bergizi akan berpengaruh terhadap kualitas maupun kuantitas produksi susu setiap harinya," jelas Sukamto.

Selain mengembangkan sektor peternakan, Pemerintah Desa Branggah juga memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan. Tahun ini ada tiga titik yang diperbaiki dengan cara tambal sulam.

Operator Desa Branggah Suwanda mengatakan, perbaikan pertama berada di Dusun Krajan RT 10 menggunakan Dana Alokasi Bagi Hasil Retribusi Pemerintah Daerah. Dua lokasi lainnya berada di Dusun Krajan RT 12 dan Dusun Kucur I RT 2 yang dibiayai melalui Dana Desa.

“Harapannya, masyarakat dapat melintas dengan lebih aman dan nyaman, terutama saat membawa hasil panen," ujarnya.

Suwanda merinci, jalan di Dusun Krajan RT 10, panjangnya 122 meter dengan lebar 2,2 meter. Jalan ini merupakan akses permukiman sekaligus jalur pertanian yang juga menghubungkan Desa Branggah dengan Desa Sapih dan Desa Lambangkuning, Kecamatan Sukapura.

Sementara itu, jalan di Dusun Krajan RT 12 yang bersumber dari Dana Desa, panjangnya 213 meter dengan lebar 2,5 meter. Sedangkan, ruas jalan di Dusun Kucur I RT 2 memiliki panjang 259 meter dengan lebar 2 meter. (gus/rud)

 

 

 

SENANG: Pemerintah Desa Branggah menyalurkan BLT DD kepada sejumlah KPM di Kantor Desa Branggah. (PEMERINTAH DESA BRANGGAH FOR JAWA POS RADAR BROMO)
SENANG: Pemerintah Desa Branggah menyalurkan BLT DD kepada sejumlah KPM di Kantor Desa Branggah. (PEMERINTAH DESA BRANGGAH FOR JAWA POS RADAR BROMO)

Program Sosial-Layanan Kesehatan Tetap Prima

ADANYA kebijakan Pemerintah Pusat terkait efisiensi anggaran, Pemerintah Desa Branggah tetap berkomitmen menjaga pelayanan kepada masyarakat tetap prima. Berbagai program sosial, kesehatan, hingga dukungan terhadap program nasional terus dilakukan.

Operator Desa Branggah Suwanda mengatakan, pemerintah desa masih dapat menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) kepada lima Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Para KPM dipilih dari masing-masing dusun berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, terutama masyarakat yang masuk kategori desil 1.

Selain bantuan sosial, pelayanan kesehatan masyarakat juga terus berjalan melalui pelaksanaan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP). Layanan ini mencakup Posyandu Balita, Ibu Hamil, Remaja, hingga Lansia.

“Melalui Posyandu ILP, kami ingin memastikan pelayanan kesehatan dapat dirasakan seluruh kelompok usia secara berkelanjutan," jelas Suwanda.

Pemerintah Desa Branggah juga menunjukkan komitmennya dalam mendukung program nasional dengan menyiapkan lokasi pembangunan Gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Ke depan, koperasi ini diproyeksikan menyediakan berbagai kebutuhan pokok masyarakat, termasuk bahan pangan dan pupuk dengan harga yang lebih terjangkau.

“Kami berharap keberadaan KDKMP nantinya dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mendukung aktivitas pertanian," katanya. (gus/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
unggulan desa susu segar branggah sapi perah bumdes