Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Ditinggal Tidur, Tempat Pengasapan Ikan di Kramat Agung Bantaran Probolinggo Terbakar

Inneke Agustin • Jumat, 17 Juli 2026 | 18:06 WIB
TERBAKAR: Tempat pengasapan ikan milik Uswatun Hasanah, 38, warga Desa Kramat Agung, Bantaran, Kabupaten Probolinggo, luluh lantak setelah terbakar Jumat (17/7) dini hari. (Inneke Agustin/ Radar Bromo)
TERBAKAR: Tempat pengasapan ikan milik Uswatun Hasanah, 38, warga Desa Kramat Agung, Bantaran, Kabupaten Probolinggo, luluh lantak setelah terbakar Jumat (17/7) dini hari. (Inneke Agustin/ Radar Bromo)

 

BANTARAN, Radar Bromo-Sebuah tempat pengasapan ikan terbakar di Desa Kramat Agung, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, Jumat (17/7) dini hari.

Tempat usaha tersebut luluh lantak. Menyebabkan kerugian sekitar Rp 100 juta lebih.

Informasi yang dikumpulkan Jawa Pos Radar Bromo di lapangan menyebutkan, tempat usaha itu milik Uswatun Hasanah, 38. Kerangka bangunan semipermanen dan letaknya berdempetan dengan rumah korban.

Sebelum kebakaran, menurut korban, ia menutup tempat usahanya itu pukul 17.00 seperti biasa. Saat itu, korban memastikan semua sumber api padam.

Sekitar pukul 22.00, korban masih sempat melihat tempat usahanya tersebut sambil memasukkan motor ke rumah. Tidak ada tanda-tanda mencurigakan.

“Tidak ada asap atau apa. Ya semua tampak baik-baik. Akhirnya kami tinggal tidur,” terangnya saat ditemui di lokasi kebakaran, kemarin.

Baca Juga: Pedagang Ikan Asap Probolinggo Ketiban Berkah Bulan Puasa

Sekitar pukul 01.30, korban terbangun untuk salat Isya. Saat itulah dia melihat tempat usahanya terbakar hebat.

“Saya bangun lalu noleh ke kaca jendela samping kanan, kok sudah terbakar. Saya lihat warnanya sudah oranye semua karena api,” katanya.

Ia pun panik dan membangunkan seluruh anggota keluarga. Saat dicek, api sudah berkobar hingga ke atap ruangan.

“Kami berupaya memadamkan api agar tidak menjalar ke atap. Sebab kalau sudah menjalar ke atap, berbahaya. Bisa-bisa kena ke rumah kami dan warga sekitar,” jelasnya.

Namun, upaya itu tidak berhasil. Korban akhirnya berteriak minta tolong. Sontak warga sekitar berhamburan keluar rumah dan membantu proses pemadaman dengan alat seadanya.

“Kami juga melaporkan kebakaran ini ke Damkar. Sementara warga di sini membantu dengan ambil air di kamar mandi pakai timba. Ada juga yang ambil di sumur bor,” ujarnya.

Kabid Damkar Kabupaten Probolinggo Andrea Persaulian menyampaikan, pihaknya menerima informasi kebakaran pukul 02.22 dan langsung menuju TKP. Sesampainya di lokasi, petugas langsung memadamkan api dan melakukan pendinginan hingga pukul 05.37.

“Tidak ada korban jiwa, namun kerugian materil ditafsir mencapai kurang lebih Rp 100 juta. Seluruh bangunan hangus,” katanya.

Andrea menduga, api berasal dari tungku pengolahan ikan asap yang terbakar. Kemudian merembet ke tempat bahan bakar untuk pengasapan berupa janggel jagung.

Menurutnya, tak ada kesulitan dalam penanganan pemadaman itu. Hanya saja, akses menuju lokasi cukup sempit.

“Kami melakukan penyemprotan dengan bantuan satu fire truck berkapasitas 3.500 liter yang mengisi sebanyak dua kali. Karena lokasi cukup sempit, kami menggelar slang 2,5 inch sebanyak 2 rol dan 1,5 inch sebanyak 2 rol juga,” terangnya. (gus/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
tempat pengasapan ikan terbakar bantaran ikan asap probolinggo