KANIGARAN, Radar Bromo- Progres rencana pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 07 Kota Probolinggo menjadi sorotan DPRD Kota Probolinggo. Sebab, sejauh ini belum ada kepastian kapan Pemerintah Pusat akan merealisasikannya.
Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo Muchlas Kurniawan mengatakan, keberlanjutan Program Sekolah Rakyat di Kota Probolinggo harus disikapi serius oleh Pemkot. Ia mengaku, mendorong Pemkot segera memastikan rencana pembangunan gedungnya terealisasi.
“Saya apresiasi langkah cepat kepala Dinas Sosial yang awalnya murid baru Sekolah Rakyat akan dititipkan di Pasuruan, akhirnya bisa dikomunikasikan dan bisa diajukan tetap di Sekolah Rakyat Kota Probolinggo,” ujarnya, Rabu (15/7).
Namun, menurutnya, kondisi itu rawan terjadi tahun depan, jika pembangunan gedung SRT 07 Kota Probolinggo tak kunjung terealisasi.
Karena itu, Pemkot harus melakukan jemput bola terkait Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR-BPN).
“Pemkot harus jemput bola. Termasuk berkomunikasi dengan Kemensos, terkait kepastian realisasi pembangunan gedung Sekolah Rakyat itu,” ujar politisi Golkar ini.
Terpisah, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos-PPPA) Kota Probolinggo Siti Romlah mengatakan, pihaknya terus berkomunikasi dengan Kemensos, termasuk Kementerian ATR-BPN.
Romlah mengatakan, Pemkot juga berencana menemui langsung Menteri ATR-BPN. Dengan harapan kendala PKKPR bisa segera teratasi.
“Insyaallah sudah ada komunikasi dengan Menteri ATR-BPN, semoga dalam waktu dekat segera terealisasi,” harapnya. (mas/rud)
Editor : Moch Vikry Romadhoni