PEMERINTAH Desa Bermi, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, berkomitmen membangun infrastruktur desa lebih baik. Tak hanya itu, pelayanan terhadap warga juga terus ditingkatkan. Salah satunya dengan menyediakan tempat pelayanan yang lebih baik.
Berada di wilayah pegunungan, Desa Bermi memiliki potensi perkebunan cukup menjanjikan. Hampir semua jenis sayuran cocok ditanam di wilayah desa ini. Tak heran, jika mayoritas warga setempat menggantungkan mata pencahariannya terhadap hasil perkebunan.
Bendahara Desa Bermi Saihul mengatakan, pemerintah desa berupaya meningkatkan hasil panen kebun warga. Salah satunya dengan menyediakan infrastruktur pertanian yang dibutuhkan, seperti irigasi untuk memenuhi kebutuhan air tanaman.
“Banyak lahan produktif. Sebagian besar ditanami sayuran dan bahan pangan lainnya. Potensi ini perlu dimaksimalkan,” katanya.
Tahun ini, Pemerintah Desa Bermi telah membangun irigasi sepanjang 38 meter di RT 11/RW 3, Dusun Utara. Irigasi yang selama ini hanya berupa tanah dan mudah tergerus air, terutama ketika musim hujan, kini telah dibeton. “Irigasi yang dibangun itu mampu memenuhi kebutuhan air kebun seluas belasan hektare,” terangnya.
Pemerintah desa juga merehab atap Kantor Desa Bermi. Rencana ini disusun setelah melihat kondisi atap bangunan sudah rapuh. Saat musim hujan, beberapa titik bocor. Kondisi itu membuat tak nyaman. Baik bagi perangkat desa maupun warga yang datang mengurus administrasi kependudukan.
Saihul mengatakan, selain untuk memperkokoh konstruksi atap, rehabilitasi atap kantor desa juga bertujuan meningkatkan keamanan pengguna gedung. Serta, meningkatkan kualitas layanan kepada warga.
“Atap kantor desa sudah kami rencanakan untuk direhab. Saat ini konstruksi atap rapuh karena usianya sudah tua. Perlu ada peremajaan,” katanya. (ar/rud/*)
Targetkan Empat Jalan Lebih Nyaman
OTAK-ATIK anggaran dilakukan Pemerintah Desa Bermi. Di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah desa terus berupaya membangun jalan yang menjadi kewenangan desa. Tahun ini, ada empat ruas jalan desa yang bisa dibangun dengan lebih baik.
Empat jalan itu tersebar di dua dusun. Yakni, sepanjang 249 meter RT 6/RW 2, Dusun Tengah dan sepanjang 188 meter di RT 9/RW 2, Dusun Tengah. Kemudian, sepanjang 165 meter di RT 11/RW 3, Dusun Utara dan sepanjang 60 meter RT 12/RW 3, Dusun Utara.
“Ada rencana pembangunan jalan dengan konstruksi paving. Tetapi tidak banyak karena anggarannya memang terbatas,” katanya.
Jalan akan dipaving karena lebih cocok dengan kondisi tanah setempat. Tanah lebih gembur, sehingga jika ada kerusakan dapat diperbaiki secara lokal. Artinya, bisa dilakukan hanya satu titik. Tidak sampai melakukan perbaikan total.
Ruas jalan yang menjadi target pembangunan jalan ini memiliki banyak fungsi. Mulai dari akses antardusun dan antardesa. Juga menjadi akses menuju perkebunan milik warga dan permukiman. “Jalan memiliki banyak fungsi. Karena itulah, kami rencanakan pembangunannya agar jalan lebih baik lagi,” tuturnya.
Pembangunan fisik lainnya yang menjadi sasaran pembangunan desa adalah membangun Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Program bertujuan meringankan masyarakat prasejarah agar mendapatkan hunian yang lebih layak menjadi program berkelanjutan.
Sasarannya rumah yang dihuni janda dan kelompok masyarakat prasejahtera lainnya.
“Pelaksanaan pembangunan RTLH merupakan mandatory, sehingga harus dikerjakan rutin dan bergiliran. Tahun ini ada 3 unit RTLH yang akan kami bangun,” jelasnya. (ar/rud/*)
RENCANA PEMBANGUNAN TAHUN 2026
· Membangun irigasi di RT 11/RW 3, Dusun Utara
· Merehab atap kantor desa RT 3/RW 1, Dusun Selatan
· Mempaving empat ruas jalan. Meliputi di RT 6/RW 2, Dusun Tengah; di RT 9/RW 2, Dusun Tengah; di RT 11/RW 3, Dusun Utara; dan di RT 12/RW 3, Dusun Utara;
· Membangun 3 unit RTLH.
Editor : Moch Vikry Romadhoni