Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Ketiban Berkah Libur Sekolah, Wisatawan Bromo Tembus 109.632 Orang

Inneke Agustin • Jumat, 17 Juli 2026 | 06:04 WIB
WISATA: Sejumlah jip wisatawan saat melintas di Kaldera Gunung Bromo (INNEKE AGUSTIN/JAWA POS RADAR BROMO)
WISATA: Sejumlah jip wisatawan saat melintas di Kaldera Gunung Bromo (INNEKE AGUSTIN/JAWA POS RADAR BROMO)

 

SUKAPURA, Radar Bromo- Momentum libur sekolah dimanfaatkan ribuan wisatawan untuk menikmati pesona Gunung Bromo. Selama periode liburan, tercatat lebih dari 109.632 wisatawan. Baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara (wisman).

Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) Endrip Wahyutama Pranata mengatakan, jumlah kunjungan selama periode 20 Juni hingga 12 Juli 2026 mencapai 109.632 wisatawan. Dari jumlah itu, 105.244 merupakan wisatawan nusantara (wisnu) dan 4.388 wisman.

Menurut Endrip, setiap harinya jumlah pengunjung fluktuasi. Puncak kunjungan terjadi pada awal Juli, bertepatan dengan masa libur sekolah.

“Tertinggi berada pada 4 Juli dengan kunjungan mencapai 7.054 wisatawan dan 5 Juli sebanyak 7.386 wisatawan,” ujarnya.

Mengantisipasi lonjakan pengunjung, BB TNBTS memberlakukan tambahan kuota tiket secara terbatas. Disesuaikan kondisi di lapangan agar tidak melebihi daya dukung kawasan wisata.

“Kuota tambahan baru kami buka setelah berakhirnya periode sunrise dan pengunjung mulai menyebar ke berbagai lokasi wisata di kawasan Bromo. Itu pun kami lakukan bertahap, menyesuaikan kondisi di lapangan, kapasitas kawasan, serta hasil pemantauan petugas,” terangnya.

Koordinator Penertiban Pos Masuk TNBTS Ida Nyoman Heru Siswoyo mengimbau wisatawan agar meningkatkan kewaspadaan selama berkunjung ke Gunung Bromo ketika kemarau. Perubahan cuaca berpotensi menimbulkan sejumlah risiko yang dapat mengganggu kenyamanan maupun keselamatan.

Menurutnya, ketika musim kemarau di kawasan Bromo identik dengan angin kencang, pusaran debu (dust devil), jarak pandang yang terganggu akibat debu beterbangan, hingga meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan.

“Suhu udara sangat dingin pada malam hingga dini hari, serta kondisi udara yang kering juga meningkatkan risiko dehidrasi bagi wisatawan,” katanya.

Karena itu, wisatawan diminta mempersiapkan perlengkapan yang memadai sebelum berkunjung. Seperti masker, kacamata pelindung, jaket tebal, serta membawa air minum yang cukup. Pengunjung juga diimbau memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima mengingat medan menuju kawasan Bromo cukup menantang. (gus/rud)

Editor : Moch Vikry Romadhoni
wisatawan domestik wisatawan mancanegara wisatawan gunung bromo libur sekolah