Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Wuihh, Puluhan Perahu Nelayan di Sumberasih-Probolinggo Adu Cepat

Inneke Agustin • Senin, 13 Juli 2026 | 08:12 WIB
SERU: Sejumlah peserta mengikuti balapan perahu fiberglass di Pantai Darmo, Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, Minggu (12/7). (MUHAMMAD SATURI FOR JAWA POS RADAR BROMO)
SERU: Sejumlah peserta mengikuti balapan perahu fiberglass di Pantai Darmo, Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, Minggu (12/7). (MUHAMMAD SATURI FOR RADAR BROMO)

SUMBERASIH, Radar Bromo - Ada yang menarik dalam rangkaian Festival Nelayan Petik Laut di Pantai Darmo, Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Sejumlah nelayan mengikuti lomba balap perahu fiberglass, Sabtu-Minggu (11-12/7).

Perwakilan Panitian Muhammad Saturi mengatakan, lomba balapan diikuti sekitar 50 peserta. Tak hanya berasal dari Desa Banjarsari, ada juga peserta yang berasal dari Kecamatan Dringu dan Kecamatan Tongas.

“Babak penyisihan kami lakukan Sabtu (11/7). Finalnya Minggu (12/7),” ujarnya.

Dalam balap perahu ini, ada dua kategori yang dilombakan. Perahu kelas A atau kecil dengan mesin 4 tak maksimal 6,5 PK standar bodi atau karbu 6,5 PK, ukuran perahu pun bebas.

Kemudian, ada perahu kelas B juga sama, tapi ukurannya minimal panjang 6,5 meter dengan lebar dasar minimal 80 sentimeter.

Selama dua hari itu, puluhan peserta memenuhi Pantai Darmo untuk adu cepat. Lomba ini bukan kali pertama, melainkan sudah 20 tahun dilakukan. Setiap tahunnya akan muncul pemenang yang berbeda-beda.

“Setiap lintasan memiliki panjang kurang lebih 2 kilometer. Sekali putaran ada yang 6, 5, dan 4 peserta. Kalau pesertanya 6, maka diambil 4 pemenang dari balapan tersebut. Kalau 5 diambil 3, sementara kalau 4 diambil 2 peserta,” jelasnya.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris, juga turut serta memberangkatkan perahu yang hendak berlomba.

Gus Haris mengatakan, tradisi petik laut bukan sekadar ritual budaya. Tetapi, juga menjadi momentum memperkuat rasa syukur, kebersamaan, dan doa bagi seluruh masyarakat pesisir.

“Desa Banjarsari memiliki sekitar 220 nelayan, sehingga kegiatan ini menjadi ikhtiar bersama memohon agar seluruh nelayan dijauhkan dari musibah, diberikan keselamatan dan rezeki yang melimpah," katanya.

Ia berharap tradisi ini mampu memperkuat semangat masyarakat pesisir dalam meningkatkan kesejahteraan sekaligus menjaga persatuan antarwarga.

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat menjaga kelestarian lingkungan pesisir dan laut agar sumber daya perikanan tetap terpelihara bagi generasi mendatang. (gus/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
#petik laut #Banjarsari #Sumberasih #probolinggo #balap