MAYANGAN, Radar Bromo - Gelaran Seminggu di Kota Probolinggo (Semipro) 2026 bisa menjadi momen untuk mendongkrak PAD dari retribusi parkir insidental.
Namun kantong parkir Semipro tahun ini lebih sedikit dibanding tahun lalu. Sehingga retribusi parkir diprediksi turun.
Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo Muhammad Dahroji mengatakan, tahun ini Semipro digelar di Stadion Bayuangga. Di sini, lahan parkir tidak seluas di alun-alun. Sehingga diprediksi perolehan retribusi parkir juga lebih kecil.
Selain itu, tidak semua retribusi parkir bisa masuk PAD. Sebab, tidak semua parkir dilakukan di pinggir jalan.
Memang sebagian besar parkir di tepi jalan. Namun banyak juga yang parkir di halaman gedung Graha Widyaharja atau di lahan-lahan parkir bukan milik pemerintah.
“Parkir di halaman Graha Widyaharja ini retribusinya tidak masuk PAD. Hanya dikenakan pajak parkir yang masuk PAD,” katanya.
Pada Semipro 2025, dijelaskan Dahroji, retribusi parkir insidental yang masuk PAD sekitar Rp 22 juta. Namun tahun ini diperkirakan akan turun realisasinya.
“Bahkan, walaupun pengunjung yang datang membeludak, retribusi parkir diprediksi turun. Sebab, parkirnya banyak di kantong parkir bukan milik pemerintah,” lanjutnya.
Ketua Komisi 2 DPRD Kota Probolinggo Riyadlus Solihin Firdaus menegaskan hal serupa.
Menurutnya, Semipro 2026 yang digelar 10 hari, seharusnya menjadi momen untuk meningkatkan realisasi PAD dari retribusi parkir insidental.
Salah satu caranya, menyediakan portal parkir elektronik portabel di Semipro.
Portal parkir ini menurutnya, bisa saja dialokasikan pengadaannya sejak awal tahun. Sehingga saat Semipro 2026 digelar, alat itu bisa difungsikan.
Manfaatnya banyak. Salah satunya mengindari kebocoran retribusi parkir insidental. Sehingga dampak PAD dari retribusi parkir insindetal juga bisa meningkat.
Sayangnya, menurut Riyadlus, portal parkir elektronik portabel itu belum ada. Sehingga potensi kebocoran retribusi parkir insidental bisa terjadi.
“Saya berharapnya, potensi kebocoran retribusi parkir insidental selama Semipro dapat teratasi. Bisa dengan membuat skema satu pintu masuk dan satu pintu keluar. Sehingga mencegah pengendara motor yang parkir tidak membayar parkir," terangnya.
Sekretaris Dishub Kota Probolinggo Muhammad Dahroji saat dikonfirmasi menegaskan, pihaknya memang belum punya portal parkir elektronik portabel. Memang sudah dilakukan pengadaan namun masih dalam proses.
“Untuk portal parkir elektroni portabel masih proses pengadaan. Jadi belum bisa digunakan selama Semipro,” tuturnya. (mas/hn)
Editor : Muhammad Fahmi