Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kabupaten Probolinggo Dilanda 38 Kebakaran, Mayoritas Disebabkan Korsleting Listrik

Achmad Arianto • Kamis, 2 Juli 2026 | 09:14 WIB
MEMBARA: membakar dua rumah di Dusun Karanglo, Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan, Kamis (19/6) malam. (Foto: Damkar for Jawa Pos Radar Bromo)
MEMBARA: membakar dua rumah di Dusun Karanglo, Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan, Kamis (19/6) malam. (Foto: Damkar for Jawa Pos Radar Bromo)

 

DRINGU, Radar Bromo- Memasuki kemarau, Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kabupaten Probolinggo makin waspada. Selama setengah tahun 2026, insiden kebakaran cukup tinggi. Mencapai 38 kasus. Mayoritas disebabkan korsleting listrik.

Masuk musim kemarau potensi kebakaran cukup tinggi. Sebab, suhu mulai panas dan lingkungan kering,” ujar Kepala Bidang Pengendalian Bahaya Kebakaran dan Non-Kebakaran Satpol PP Kabupaten Probolinggo Andrea Persaulian.

Dari sejumlah 38 insiden kebakaran, mayoritas berupa kebakaran bangunan dan barang-barang lainnya. Jumlahnya diprediksi akan terus naik seiring masuknya musim kemarau. Suhu udara dan cuaca lebih panas, menyebabkan meningkatnya suhu dan berdampak terhadap mengeringnya lingkungan.

Andrea mengatakan, kebakaran bisa terjadi kapan saja dan di mana saja, sehingga harus selalu siap dan waspada. Di antarnya, dengan mematikan listrik dan gas ketika tidak digunakan. Tidak meninggalkan lilin atau puntung rokok. Menyimpan bahan-bahan yang mudah terbakar jauh dari sumber api, serta memiliki alat pemadam kebakaran di rumah.

“Separo insiden kebakaran yang sudah ditangani karena korsleting listrik. Penyebab lainnya yang sering dijumpai karena sampah yang dibakar merembet ke bangunan,” jelasnya. (ar/rud)

 

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#Satpol P #Tim Pemadam Kebakaran #damkar #probolinggo #Waspada