Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Warung TPID Keliling dan Kopi Siaga Jadi Senjata Kendalikan Inflasi di Kota Probolinggo

Evelyn Ridhayanti • Rabu, 1 Juli 2026 | 20:23 WIB

 

PASAR MURAH: Pemprov Jawa Timur melakukan pelapisan sebagai upaya pengendalian inflasi dengan menggelar Pasar Murah di Kawasan Kuliner Bundaran Gladag Serang, Kota Probolinggo.
PASAR MURAH: Pemprov Jawa Timur melakukan pelapisan sebagai upaya pengendalian inflasi dengan menggelar Pasar Murah di Kawasan Kuliner Bundaran Gladag Serang, Kota Probolinggo.

 

MAYANGAN, Radar Bromo-Keberhasilan Kota Probolinggo meraih penghargaan Kota Pengendalian Inflasi Terbaik III Wilayah Jawa-Bali tidak lepas dari berbagai langkah konkret yang dilakukan Pemerintah Kota Probolinggo. Terutama dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat.

Saat inflasi Kota Probolinggo sempat berada pada angka 4,1 - 4,5 persen pada akhir 2025, Pemerintah Kota Probolinggo tidak tinggal diam. Berbagai strategi langsung dijalankan untuk menekan laju kenaikan harga dan menjaga daya beli masyarakat.

Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Sp.OG (K) M.Kes menjelaskan, langkah pertama yang dilakukan adalah memperkuat koordinasi seluruh pihak terkait. Kemudian dilanjutkan dengan operasi pasar secara rutin.

Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari menjelaskan, selain pasar murah, pemerintah juga menghadirkan Warung TPID Keliling. Warung ini beroperasi secara bergantian di 29 kelurahan setiap hari Rabu.

Pemerintah Kota Probolinggo juga mendirikan Toko Pengendali Inflasi Harga atau Kopi Siaga. Lokasinya di seberang pintu masuk Pasar Baru Jalan Panglima Sudirman.

"Bila Warung TPID keliling ke kelurahan-kelurahan, Kopi Siaga memiliki lokasi tetap. Ada tepat di seberang pintu masuk Pasar Baru Jl Panglima Sudirman. Sengaja dipilih berdekatan dengan pasar agar memudahkan masyarakat membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau," jelas Wawali Ina.

MONEV MINYAK: Wakil Wali Kota Hj. Ina Dwi Lestari mengecek ketersediaan minyak goreng di gudang distributornya langsung.
MONEV MINYAK: Wakil Wali Kota Hj. Ina Dwi Lestari mengecek ketersediaan minyak goreng di gudang distributornya langsung.

 

Menurutnya, keberadaan Kopi Siaga juga diharapkan dapat mempengaruhi harga jual pedagang di sekitar pasar. Sehingga, tetap terkendali dan tidak terlalu jauh dari harga kebutuhan pokok yang dijual pemerintah.

Selain itu, Pemerintah Kota Probolinggo memperkuat Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dengan daerah penghasil komoditas utama. Tujuannya, memastikan pasokan barang tetap lancar. Pemerintah juga menandatangani nota kesepahaman dengan BPS guna memantau pergerakan harga komoditas penyumbang inflasi.

SIDAK PASAR: Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin mengecek komoditas penyubang inflasi dengan turun langsung ke pedagang di pasar-pasar daerah.
SIDAK PASAR: Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin mengecek komoditas penyubang inflasi dengan turun langsung ke pedagang di pasar-pasar daerah.

 

Atas berbagai upaya tersebut, Kota Probolinggo berhasil meraih penghargaan Pengendalian Inflasi Terbaik III tingkat kota dari Kemendagri RI. Capaian itu juga mendapat apresiasi dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

"Alhamdulillah, Pak Wali Kota, selamat. Kota Probolinggo berhasil mendapatkan penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri RI," ujarnya. (el/hn/*)

 

 

 

 

Editor : Muhammad Fahmi
#warung tpid #Kota Probolinggo #inflasi