
Upaya Pemerintah Kota Probolinggo menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat membuahkan hasil membanggakan. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Sp.OG(K)., M.Kes. dan Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, S.AP., M.M., Kota Probolinggo berhasil meraih predikat Kota Pengendalian Inflasi Terbaik III Wilayah Jawa-Bali.
=================================
PENGHARGAAN dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI tersebut diberikan dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026. Plakat penghargaan diserahkan Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi kepada Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin.
Penghargaan ini diberikan berdasarkan penilaian terhadap kemampuan pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi secara konsisten dan terukur. Pada kategori kota, peringkat pertama diraih Kota Cirebon, peringkat kedua Kota Sukabumi, dan peringkat ketiga Kota Probolinggo.
Ada beberapa indikator yang dinilai. Meliputi stabilitas inflasi pangan, kepatuhan pelaporan, dukungan anggaran untuk program pengendalian inflasi, hingga efektivitas kebijakan dalam menjaga daya beli masyarakat.
Menteri Dalam Negeri RI Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D.menjelaskan, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap kinerja kepala daerah terbaik. Penilaiannya dilakukan dengan ketat.
"Memang penilaian pada empat kategori ini tergolong tidak mudah dan terbuka. Melalui data BPS, kami menilai tentang masalah kemiskinan (stunting), pengangguran, pengendalian inflasi, dan creative financing. Siapa yang lebih kreatif dalam mengelola keuangan terutama untuk menaikkan PAD. Nah empat kategori ini yang kami pertandingkan," ungkapnya.
Mendagri juga menyebut, pemerintah memberikan dana insentif fiskal sebagai bentuk penghargaan. Daerah terbaik pertama memperoleh Rp 3 miliar, terbaik kedua Rp 2 miliar, dan terbaik ketiga Rp 1 miliar.
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin mengaku bersyukur atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan itu merupakan hasil kerja sama seluruh pihak. Mulai dari perangkat daerah, Forkopimda, TNI/Polri, BPS, Bulog, instansi vertikal hingga berbagai stakeholder.
"Alhamdulillah, ini semua bisa tercapai karena kami semua sangat kompak. Mengapa kami sampai dapat penghargaan ini? Mulai akhir Desember 2025, inflasi kami cukup tinggi. Sempat berada di urutan nomor 2 dan nomor 3 dengan inflasi di angka 4,1 sampai 4,5," ujarnya.
Namun kondisi tersebut tidak dibiarkan berlarut. Pemkot Probolinggo segera melakukan rapat koordinasi dan operasi pasar secara intensif.
"Mendapati kondisi seperti itu, kami rapat koordinasi dilanjut dengan operasi pasar. Bahkan teman-teman media juga tahu, seminggu kadang dua kali atau bahkan ada yang seminggu tiga kali. Kemudian akhir Februari, inflasi Kota Probolinggo mulai turun di angka 3,5 dan turun lagi ke angka 3,1," jelasnya.
Bahkan menjelang penilaian, inflasi month to month (MoM) berhasil ditekan hingga 0,3 persen. Capaian itulah yang mengantarkan Kota Probolinggo menjadi salah satu kota dengan pengendalian inflasi terbaik di Indonesia.(lyn/hn/*)
Editor : Muhammad Fahmi