Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Revitalisasi Jalan Cokro Kota Probolinggo Butuh Rp 30 Miliar, Rp 4,8 Miliar hanya Cukup untuk 200 Meter

Arif Mashudi • Selasa, 30 Juni 2026 | 11:45 WIB
HARGA NAIK: Sejumlah pengendara melintas di Jalan HOS Cokroaminoto, Kota Probolinggo, yang akan direvitalisasi. (Arif Mashudi/Radar Bromo)
HARGA NAIK: Sejumlah pengendara melintas di Jalan HOS Cokroaminoto, Kota Probolinggo, yang akan direvitalisasi. (Arif Mashudi/Radar Bromo)

KANIGARAN, Radar Bromo - Proyek revitalisasi Jalan HOS Cokroaminoto (Jalan Cokro) Kota Probolinggo butuh anggaran besar. Untuk menuntaskan rehab sepanjang Jalan Cokro yang mencapai 1,3 kilometer, dibutuhkan anggaran sekitar Rp 30 miliar.

Kebutuhan anggaran itu terhitung setelah Detail Engineering Design (DED) revitalisasinya mengalami perubahan harga. Karena itu, nila pagu anggaran sekitar Rp 4,8 miliar yang disiapkan melalui APBD 2026 diproyeksikan hanya dapat membangun box culvert dan trotoar sepanjang 200 meter.

Hal itu terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RPD) Komisi III DPRD Kota Probolinggo dengan Dinas Pekerjaaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Pemukiman (PUPR-PKP) dan sejumlah OPD terkait pekerjaan fisik, Senin (29/6).

Kepala Dinas PUPR-PKP Kota Probolinggo Gofur Effendy mengatakan, kini DED-nya masih proses finishing. Karena ada surat edaran dari Kementerian PU terkait harga santuan konstruksi.

“Rencana tender revitalisasi Jalan HOS Cokroaminoto, belum terealisasi karena adanya perubahan harga sesuai edaran dari Kementerian,” katanya.

Gofur menerangkan, revitalisasi Jalan Cokro akan dimulai dari sisi utara atau Pertigaan Jalan Pahlawan (Loji). Dengan anggaran sekitar Rp 4,8 miliar, sesuai DED harga terbaru, nantinya dapat mengerjakan sepanjang 200 meter.

Sedangkan, Jalan Cokro dari Pertigaan Loji sampai Bundaran Gladak Serang mencapai 1,3 kilometer. Karena itu, untuk menyelesaikan keseluruhan butuh anggaran sekitar Rp 30 miliar.

Dalam proyek ini, nantinya drainase dan trotoar di sisi barat Jalan Cokro akan dibongkar total. Kemudiakan akan diperdalam dan perlebar. Kemudian akan dipasang box culvert dengan lebar 2 meter dan kedalaman 2 meter. Di atasnya akan dibeton dan dijadikan trotoar.

“Pagu anggaran tahun ini hanya dapat merevitalisasi Jalan Cokro sepanjang 200 meter. Bisa dicek sendiri, harga bahan box culvert memang mahal,” katanya.

Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo Muchlas Kurniawan mengatakan, RDP digelar untuk memastikan kesiapan dan progres pengerjaan pembangunan fisik di Kota Probolinggo.

Termasuk rencana revitalisasi Jalan Cokro diminta segera di-launching. Serta, warga yang terdampak hendaknya dipastikan sudah mendapatkan sosialisasi.

“Kami juga pertanyakan pembangunan yang rencana awal dari sisi selatan, ternyata berubah dimulai dari sisi utara. Tapi yang penting, kami minta pekerjaan untuk tidak molor atau sampai putus kontrak,” jelasnya. (mas/rud)

Editor : Jawanto Arifin
#Kota Probolinggo #revitalisasi #anggaran #jalan cokroaminoto