LECES, Radar Bromo - Proyek pelebaran jembatan di Jalan Raya Lumajang di Desa Malasan Kulon, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, berdampak terhadap jaringan pipa air bersih. Karena itu, Perumdam Tirta Argapura Kabupaten Probolinggo harus memindahkan jaringan pipa air bersih yang berada di sekitar lokasi proyek.
Demi menjaga pasokan air kepada pelanggan, Perumdam membangun jalur pipa sementara. Pembuatan jalur sementara itu sudah rampung, namun aliran air tidak maksimal. Debitnya mengecil karena distribusi masih mengandalkan satu pompa.
Kepala Unit Leces Perumdam Tirta Argapura Kabupaten Probolinggo Syah Reza Azka Lubis mengatakan, sebelum pipa utama jenis galvanis berdiameter 10 inci dipindahkan, pihaknya terlebih dahulu memasang jaringan sementara menggunakan pipa HDPE sepanjang sekitar 50 meter.
Pipa sementara dipasang dalam dua jalur dan diletakkan di atas badan jembatan selama proses pemindahan pipa utama berlangsung. Dengan cara itu, distribusi air bersih kepada pelanggan diharapkan tetap dapat berjalan.
“Jadi, pelayanan kepada pelanggan tetap bisa dilakukan melalui jalur tersebut," ujarnya.
Pekerjaan pemasangan jalur sementara dimulai sejak Jumat (26/6). Sejumlah batang pipa HDPE lebih dahulu dipanaskan dan disambung menjadi satu rangkaian pipa utama. Kemudian, dihubungkan dengan jaringan distribusi yang sudah ada di lokasi.
“Kalau tidak ada kendala, hari ini (29/6), proses pembuatan jalur sementara sudah selesai,” ujarnya, Senin (29/6).
Selama proses pemasangan, distribusi air bersih ke wilayah Kecamatan Leces dan Kecamatan Tegalsiwalan sempat terganggu. Jumat-Sabtu (26-27/6), aliran air sempat terhenti akibat proses penyambungan pipa.
Minggu-Senin (28-29/6), air mulai kembali mengalir. Namun debitnya belum maksimal karena distribusi masih mengandalkan satu pompa.
“Sementara baru bisa melayani sekitar 20 persen pelanggan dari total sekitar 3.500 sambungan rumah (SR). Karena pengaliran masih menggunakan satu pompa," ujar Reza.
Setelah jalur sementara beroperasi, Perumdam akan melanjutkan proses pemindahan pipa utama. Pipa GI akan digeser sekitar lima meter ke utara untuk menyesuaikan dengan pekerjaan pelebaran jembatan.
Diketahui, jembatan tersebut akan diperlebar sekitar empat meter ke sisi utara, sehingga posisi pipa nantinya hanya berjarak sekitar satu meter dari bangunan jembatan.
“Proses penggeseran pipa utama kemungkinan kami mulai bulan depan. Untuk sementara, kami diminta memindahkan pipa lebih dulu karena di lokasi akan dilakukan pengeboran dan aktivitas alat berat, sehingga dikhawatirkan merusak jaringan pipa yang ada,” jelasnya. (gus/rud)
Editor : Jawanto Arifin