KRUCIL, Radar Bromo- Penanganan infrastruktur “korban” bencana di Kabupaten Probolinggo hampir rampung. Dari 21 jembatan prioritas yang rusak akibat bencana, masih tersisa dua titik yang sejauh ini masih dalam tahap penyelesaian.
Pemkab Probolinggo menargetkan seluruh pekerjaan dapat dituntaskan tahun ini. Agar konektivitas masyarakat kembali pulih sepenuhnya. Dua jembatan itu berada di Desa Sumberkatimoho, Kecamatan Krejengan dan Desa Roto, Kecamatan Krucil.
“Dari penanganan 35 titik jembatan beserta abutmennya, hampir semuanya sudah selesai. Dari 21 jembatan prioritas, tinggal dua titik lagi yang masih dalam proses penyelesaian. Tahun ini kami targetkan seluruhnya selesai,” ujar Bupati Probolinggo Mohammad Haris ketika meninjau sejumlah lokasi pembangunan jembatan di Kecamatan Sumberasih, Tiris, dan Krucil, Sabtu (27/6).
Tuntasnya sebagian besar pembangunan jembatan mulai mengembalikan aktivitas masyarakat yang sempat terganggu selama beberapa bulan.
Akses menuju sekolah, lahan pertanian, pusat layanan kesehatan, hingga aktivitas perdagangan kini kembali terbuka setelah sebelumnya terhambat akibat putusnya sejumlah jembatan.
Meski demikian, penyelesaian fisik bukan berarti persoalan infrastruktur telah berakhir. Pemerintah daerah masih menghadapi tantangan menjaga ketahanan jalan dan jembatan agar tidak kembali mengalami kerusakan dalam waktu singkat.
Menurut Haris, salah satu ancaman yang perlu diantisipasi adalah kendaraan dengan muatan melebihi kapasitas yang melintas di ruas jalan dan jembatan yang tidak dirancang untuk beban berat.
“Kita membangun dengan biaya yang tidak sedikit. Karena itu, mari jaga bersama. Jangan sampai jalan dan jembatan cepat rusak akibat kendaraan yang melebihi kapasitas. Kalau aset ini terawat, manfaatnya akan terus dirasakan masyarakat dalam jangka panjang," katanya.
Penanganan pascabencana tersebut dibiayai melalui skema Belanja Tidak Terduga (BTT). Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah juga melibatkan berbagai pihak, termasuk TNI yang membangun sejumlah jembatan melalui program jembatan perintis untuk mempercepat pemulihan akses di wilayah terdampak.
Selesainya dua titik jembatan yang masih tersisa akan menjadi penanda berakhirnya fase rehabilitasi infrastruktur pascabencana. Namun, keberlanjutan manfaat pembangunan sangat bergantung pada pengawasan terhadap pemanfaatan infrastruktur. Termasuk pengendalian kendaraan bertonase berlebih serta pemeliharaan rutin agar kerusakan serupa tidak kembali terjadi. (mu/rud)
Editor : Fahreza Nuraga