Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Sempat Terdengar Suara Letupan, Kantor Ekspedisi Barang di Kawasan Stasiun Probolinggo Terbakar

Inneke Agustin • Senin, 29 Juni 2026 | 07:00 WIB

 

SEMPROT: Petugas Damkar Satpol PP Kota Probolinggo menyemprot bagian atap bangunan sebuah jasa pengiriman paket yang terbakar di dekat Stasiun Probolinggo, Kota Probolinggo, Minggu (28/6) pagi. sejumlah genting bangunan dibongkar agar air bisa masuk. (Inneke Agustin/ Radar Bromo)
SEMPROT: Petugas Damkar Satpol PP Kota Probolinggo menyemprot bagian atap bangunan sebuah jasa pengiriman paket yang terbakar di dekat Stasiun Probolinggo, Kota Probolinggo, Minggu (28/6) pagi. sejumlah genting bangunan dibongkar agar air bisa masuk. (Inneke Agustin/ Radar Bromo)

 

MAYANGAN, Radar Bromo - Sebuah kantor jasa pengiriman paket di dekat Stasiun Probolinggo, Kota Probolinggo, terbakar Minggu (28/6) pagi. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh paket kiriman juga berhasil diselamatkan.

Kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 08.30 oleh Suali, 60, seorang pegawai jasa pengiriman tersebut.

Sebelumnya, ia sempat mendengar suara letupan dari bagian atap bangunan, disusul kepulan asap tebal.

Pegawai lainnya, Dani, 25, mengatakan, awalnya mereka mengira asap tersebut berasal dari pembakaran sampah di sekitar lokasi. Sebab, sebelumnya sempat ada aktivitas membakar sampah di sana.

"Awalnya dikira asap dari bakar sampah. Ternyata setelah dicek, api sudah membesar dan membakar bagian atap," ujar warga Kelurahan Jrebeng Lor itu.

Menurutnya, kobaran api pertama kali membakar atap sisi timur bangunan. Kemudian menjalar ke bagian dalam.

"Api kemudian berjatuhan ke dua ruangan yang digunakan sebagai gudang penyimpanan kardus dan bubble wrap," katanya.

Mengetahui adanya kebakaran, Dani, Suali, dan seorang pegawai lainnya, Romi, 30, segera berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.

Petugas Stasiun Probolinggo turut membantu memadamkan api dengan alat pemadam api ringan (APAR).

Namun api telah merambat ke bagian atas plafon. Membuat upaya tersebut tidak berhasil sepenuhnya. "Bagian bawah sebenarnya sempat padam, tapi api di atas plafon masih menyala. Akhirnya kami meminta bantuan Damkar," tuturnya.

Sebelum meninggalkan bangunan, para pegawai sempat menyelamatkan enam paket yang baru tiba di lokasi. Salah satunya berisi seekor kucing yang langsung dipindahkan ke tempat yang aman.

"Untuk paket semuanya berhasil kami selamatkan," terang Dani, saat ditemui di lokasi kebakaran.

Meski tidak ada paket yang terbakar, kerugian akibat rusaknya barang-barang di dalam gudang ditaksir mencapai sekitar Rp 50 juta. Belum termasuk kerusakan bangunan.

Kabid Damkar Satpol PP Kota Probolinggo Tri Setyo Anggodo mengatakan, laporan kebakaran itu diterima dari petugas Satpol PP yang sedang berjaga di Alun-Alun Kota Probolinggo. Pihaknya lantas menerjunkan tiga unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi.

"Kami langsung menuju lokasi dengan membawa tiga armada fire truck," katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, api diduga akibat korsleting listrik. Dugaan itu muncul karena saat kejadian tidak terdapat aktivitas memasak maupun penggunaan api terbuka di sekitar bangunan. "Namun penyebab pastinya masih belum dapat dipastikan," ujarnya.

Pemadaman sendiri berlangsung sekitar sejam. Petugas menyemprotkan air dari berbagai sisi bangunan. Mulai dari bagian samping, belakang, hingga masuk ke dalam ruangan agar api benar-benar padam.

Karena kondisi angin cukup kencang, petugas juga melakukan pendinginan. Tujuannya,  memastikan tidak ada bara api yang masih tersisa dan berpotensi memicu kebakaran kembali.

"Ini musim angin, sehingga kami harus benar-benar memastikan sudah tidak ada bara api lagi. Karena itu kami lakukan pendinginan cukup lama," jelas Tri.

Untuk memaksimalkan proses pemadaman dan pendinginan, sejumlah genting dan bagian atap bangunan dibongkar. Sehingga, air dapat menjangkau ruang di balik plafon yang sebelumnya sulit diakses.

"Pembongkaran dilakukan agar penyiraman dapat menjangkau seluruh sudut ruangan yang terdampak kebakaran," pungkasnya. (gus/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#kantor ekspedisi #terbakar #stasiun probolinggo