KADEMANGAN, Radar Bromo - Rest area dan Gerai UMKM di depan terminal Bayuangga Kota Probolinggo, belum juga difungsikan. Pemkot Probolinggo berencana mencari pihak ketiga untuk mengelolanya. Dengan harapan memperolah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari hasil sewanya.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (DKUP) Kota Probolinggo Agus Effendi mengatakan, untuk Rest area dan Gerai UMKM depan Terminal Bayuangga, masih akan dilakukan apraisal. Karena direncanakan akan dipihakketigakan.
“Rencana kami proses apraisal untuk dipihak ketigakan. Nantinya sesuai aturan 30 persen UMKM binaan,” katanya.
Agus mengatakan, kebijakan untuk dikelola pihak ketiga bukan tanpa alasan. Tujuan utamanya untuk mendapatkan PAD dari nilai sewa Rest Area dan Gerai UMKM.
Sebab, bangunan yang telah menelan anggaran miliaran rupiah itu sangat disayangkan jika tidak bisa menjadi sumber PAD. Apalagi, lokasinya sangat strategis, berada di tepi Jalan Raya Bromo.
“Jika hanya tarik retribusi, maka PAD yang akan didapatkan sangat kecil. Berbeda jika disewakan pada pihak ketiga, tapi tetap ada UMKM binaan di dalamnnya,” terangnya.
Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo Muchlas Kurniawan mengaku menyayangkan lamanya proses pemanfaatan Rest Area dan Gerai UMKM yang rampung dibangun sejak 2024 itu. Pembangunannya menelan anggaran besar. Mulai dari membangun jembatan pintu masuk dan keluar, hingga Rest Area dan gerai UMKM-nya.
“Pemkot harus bergerak cepat. Supaya bangunan yang ada tidak mangkrak dan rusak, karena tidak ditempati atau difungsikan,” katanya. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga