Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Khawatir MBG Dihentikan, Relawan SPPG Probolinggo Gelar Aksi Damai, Tuntut Lanjutkan MBG

Arif Mashudi • Minggu, 28 Juni 2026 | 00:21 WIB

 

DUKUNG MBG: Relawan SPPG menggelar aksi damai di depan kantor DPRD Kota Probolinggo, Sabtu (27/6). Mereka mendukung dan mendorong keberlanjutan Program MBG. (Arif Mashudi/ Radar Bromo)
DUKUNG MBG: Relawan SPPG menggelar aksi damai di depan kantor DPRD Kota Probolinggo, Sabtu (27/6). Mereka mendukung dan mendorong keberlanjutan Program MBG. (Arif Mashudi/ Radar Bromo)

 

PROBOLINGGO, Radar Bromo- Ribuan relawan SPPG menggelar aksi damai di depan kantor DPRD Kota Probolinggo, Sabtu (27/6). Mereka mendukung dan mendorong keberlanjutan Program MBG karena dinilai membuka lapangan kerja dan memperkuat gizi masyarakat.

Para relawan yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Pangan Bergizi Probolinggo Raya itu berasal dari puluhan SPPG di Probolinggo Raya.

Mereka lebih dulu berkumpul di Alun-alun Kota Probolinggo, lalu long march menuju gedung DPRD.

Di lokasi aksi, mereka melakukan orasi dan menyuarakan dukungan terhadap program MBG. Sambil membawa sejumlah poster bertuliskan dukungan pada MBG. “Jangan Stop MBG”, “MBG Ciptakan Lapangan Kerja”, “Kami Butuh MBG.”

Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin bersama Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, menemui peserta aksi di depan kantor DPRD. Hadir juga Ketua DPRD Kota Probolinggo Dwi Laksmi Syntha Kusumawardhani, Wakil Ketua II Santi Wilujeng Prastyani, Sekda Kota Budiono Wirawan, serta sejumlah kepala OPD Pemkot Probolinggo.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota menyatakan dukungan terhadap keberlanjutan MBG dengan menandatangani spanduk yang dibawa peserta aksi.

Baca Juga: Sony Sanjaya Terus Bernyanyi soal Korupsi MBG, Kejagung Tolak JC: Dia Pelaku Utama, Bukan Saksi

Disusul wakil wali kota, ketua DPRD, dan Sekda Kota Probolinggo yang turut membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk dukungan.

Koordinator Aliansi, Eko Hardiyanto mengatakan, aksi damai ini dilakukan karena ada kekhawatiran program MBG tidak dilanjutkan. Apalagi, ada sejumlah unjuk rasa di daerah lain yang menuntut program MBG dihentikan.

Karena itulah, aksi itu mengajak banyak pihak yang selama ini terlibat dalam MBG. Mulai relawan, petani, peternak, nelayan, pelaku UMKM pangan, serta masyarakat penerima manfaat. Mereka kata dia, menyatakan dukungan penuh terhadap keberlanjutan MBG se-Probolinggo Raya.

“Saat ini ada kekhawatiran pogram MBG tidak berlanjut. Kasihan nasip relawan, penerima manfaat, sampai masyarakat luas penyumbang bahan baku MBG,” tuturnya.

Menurutnya, MBG adalah salah satu program strategis yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Tidak hanya sebagai penyedia makanan bergizi bagi peserta didik, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Tetapi juga menjadi penggerak ekonomi kerakyatan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat di Probolinggo Raya.

Di Kota Probolinggo menurutnya, penerima manfaat MBG diproyeksikan sekitar 52.000 jiwa. Selain itu, SPPG yang beroperasi di Kota dan Kabupaten Probolinggo telah membuka lapangan kerja luas. Sedikitnya 1.500 - 2.500 tenaga kerja lokal terserap secara langsung maupun tidak langsung dalam ekosistem MBG.

“Karena itu, Aliansi mendukung penuh keberlanjutan MBG sebagai program strategis nasional. Juga mendorong agar pelaksanaannya diperluas, ditingkatkan kualitasnya, serta diawasi secara transparan,” tuutrnya. (mas/hn)

 

Editor : Muhammad Fahmi
#Mbg #SPPG #probolinggo #aksi damai