KANIGARAN, Radar Bromo–Setelah gagal diterima melalui jalur prestasi nonakademik, atlet dayung Porprov Jatim, Najwa Putri Ayu Pranita, akhirnya lolos SPMB jalur akademik tahap III.
Dia diterima di SMAN 1 Kota Probolinggo. Kejadian itu mendorong KONI Kota Probolinggo meminta evaluasi sistem pendampingan bagi atlet berprestasi selama proses SPMB.
Ketua KONI Kota Probolinggo Zulfikar Imawan mengatakan, Najwa akhirnya diterima setelah mendapat pendampingan.
Bahkan, hingga rapat koordinasi antara Komisi I DPRD Kota Probolinggo, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Probolinggo, dan Disdikbud Kota Probolinggo.
Sebelumnya, Najwa gagal diterima di SMAN 4 Kota Probolinggo melalui jalur prestasi nonakademik.
Namun setelah nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) diperbaiki, ia lolos melalui jalur akademik tahap III di SMAN 1.
"Seharusnya bisa lolos dan diterima di SMAN 4 melalui jalur prestasi nonakademik. Tapi karena kurang pendampingan, jadi tidak diterima. Untungnya nilai TKA bisa diperbaiki dan bisa diterima di SMAN 1," katanya.
Iwan berharap tidak ada lagi kasus serupa yang dialami atlet berprestasi. Menurutnya, atlet merupakan aset daerah sehingga perlu mendapat perhatian, kuota, dan pendampingan lebih dalam proses SPMB.
"Ke depan, sekolah asal agar menfasilitasi dan mendampingi atlet prestasi itu untuk daftar SPMB jalur prestasi nonakademik. Supaya tidak terjadi kembali kesalahan dalam proses pemenuhan syarat pendaftaran SPMB," tegasnya.
Kepala Disdikbud Kota Probolinggo Setiorini Sayekti mengatakan, satuan pendidikan selama ini telah memberikan pendampingan kepada lulusan yang mengikuti SPMB. Termasuk melegalisasi sertifikat prestasi maupun surat pengesahan dari kepala sekolah.
"Ke depan kami akan evaluasi bersama dan membenahi yang kurang-kurang untuk bisa lebih baik dalam proses SPMB," terangnya. (mas/hn)
Editor : Muhammad Fahmi