KANIGARAN, Radar Bromo-Nahas dialami Hendry Hartatik, 51. Guru SMKN 3 Kota Probolinggo itu meninggal usai mengalami kecelakaan maut di Jalan Cokroaminoto, Kota Probolinggo, Jumat pagi (26/6).
Motor Yamaha Vega bernopol N 6592 PA yang dikemudikannya terlibat tabrakan dengan truk ekspedisi J&T Box Isuzu bernopol L 9087 N yang dikemudikan Kurniawan Imron, 27, warga Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.
Kronologi Kejadian
Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Kota, Aipda Muhammad Taufik Rahardian menyampaikan, berdasarkan keterangan saksi diketahui korban melaju dari arah utara ke selatan dengan kecepatan sedang.
Sesampainya di dekat lokasi kejadian, korban hendak mendahului kendaraan motor yang berada di depannya.
“Namun sayangnya, korban terlalu melambung kekanan. Sementara dari arah berlawanan bergerak truck box yang dikendarai oleh saudara Imron. Sehingga keduanya bersenggolan dan korban pun terjatuh,” terangnya.
Akibat kejadian ini, korban mengalami luka parah dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Jenazahnya pun langsung di evakuasi ke kamar jenazah RSUD dr. Mohammad Saleh. Sementara kedua kendaraan yang terlibat laka diamankan ke kantor Unit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Kota.
“Kami juga mengamankan sopir truck box untuk dimintai keterangan,” kata Taufik.
Koordinator Kamar Jenazah RSUD dr. Mohammad Saleh, Nur Wasis menyampaikan bahwa korban mengalami luka parah di bagian kepala.
“Setelah dilakukan pemeriksaan luar, jenazah langsung dibawa pulang ke rumah duka oleh pihak keluarga,” katanya.
Guru Tata Boga
Wakil Kepala Sekolah (Waka) Bidang Kesiswaan di SMKN 3 Probolinggo, Pradana Lukman Arif membenarkan bahwa korban Hendry Hartatik merupakan anggota keluarga besar SMKN 3 Probolinggo.
Tiap harinya, korban dikenal sebagai guru produktif kuliner di Jurusan Tata Boga.
“Tidak ada pesan terakhir dari almarhumah. Terakhir saya bertemu, saat pulang sekolah kemarin. Sekadar saling sapa seperti biasa. Almarhumah memang terkenal sebagai guru yang sangat baik dan mengayomi para peserta didiknya,” terangnya. (gus/mie)
Editor : Muhammad Fahmi