Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Bangun Dua Jembatan, Pemerintah Desa Tigasan Wetan, Kecamatan Leces Sediakan Akses Aman

Inneke Agustin • Jumat, 26 Juni 2026 | 10:34 WIB
KOKOH: Pendamping Lokal Desa Hel Abdul Rozaq di lokasi jembatan gantung di Desa Tigasan Wetan, Kecamatan Leces. (INNEKE AGUSTIN/JAWA POS RADAR BROMO)
KOKOH: Pendamping Lokal Desa Hel Abdul Rozaq di lokasi jembatan gantung di Desa Tigasan Wetan, Kecamatan Leces. (INNEKE AGUSTIN/JAWA POS RADAR BROMO)

PEMERINTAH Desa Tigasan Wetan, Kecamatan Leces, terus berupaya membuka akses wilayah melalui pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat. Pada 2025, dua jembatan baru dibangun sebagai akses penghubung antardusun yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak warga.

Akses penghubung antara Dusun Pasar Arah dengan Dusun Gonggo dan Dusun Pasar Arah dengan Dusun Curah Watu, makin baik. Dua jembatan penghubung antardusun itu kini lebih kokoh. Dipastikan lebih aman dan nyaman dilintasi.

Jembatan yang menghubungkan Dusun Pasar Arah dengan Dusun Gonggo, dibeton. Sedangkan, jembatan penghubung antara Dusun Pasar Arah dengan Dusun Curah Watu berupa jembatan gantung.

Jembatan beton itu panjangnya 12 meter dengan lebar 3,5 meter. Infrastruktur ini berdiri kokoh melintasi jurang sedalam sekitar empat meter. Kehadirannya menjadi solusi bagi warga dan pelajar yang sebelumnya kesulitan mengakses jalur yang aman.

Sementara itu, jembatan gantung sepanjang 48 meter dibangun sebagai akses utama masyarakat menuju Dusun Curah Watu. Jembatan ini mampu memangkas jarak tempuh secara signifikan dibandingkan jalur lama yang harus dilalui warga.

Kepala Desa Tigasan Wetan Nasan mengatakan, sebelum jembatan gantung dibangun, masyarakat harus memutar hingga sejauh 2 kilometer atau empat kali lipat untuk mencapai tujuan.

Kalau lewat jembatan hanya sekitar 50 meter,ujarnya.

PRODUKTIF: Pendamping Lokal Desa Hel Abdul Rozaq mengecek telur hasil peternakan ayam petelur di Desa Tigasan Wetan, Kecamatan Leces.
PRODUKTIF: Pendamping Lokal Desa Hel Abdul Rozaq mengecek telur hasil peternakan ayam petelur di Desa Tigasan Wetan, Kecamatan Leces.

Menurut Nasan, manfaat jembatan gantung sangat dirasakan masyarakat. Terutama pelajar yang setiap hari berangkat sekolah dan warga yang mencari rumput untuk kebutuhan ternak.

Selain mempersingkat waktu tempuh, jembatan juga meningkatkan keselamatan pengguna. Bahkan, konstruksinya diperkirakan mampu menahan beban hingga dua ton.

Tak kalah penting, pembangunan jembatan beton juga memberikan dampak besar bagi dunia pendidikan. Sebelumnya, sejumlah siswa harus melewati rel kereta api untuk menuju sekolah. Kondisi tersebut tentu berisiko terhadap keselamatan mereka.

Mereka harus melewati rel yang berbahaya jika ada kereta api melintas. Karena itu, kami membangun jembatan sebagai alternatif jalur yang lebih aman. Alhamdulillah anak-anak sangat senang,tuturnya. (gus/rud) 

Penuhi Air Bersih-Jaga Ketahanan Pangan

PEMBANGUNAN infrastruktur yang dilakukan Pemdes Tigasan Wetan tidak berhenti pada penyediaan akses transportasi. Setelah membuka konektivitas antardusun melalui pembangunan jembatan, pemerintah desa juga berfokus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya melalui penyediaan air bersih, penguatan ketahanan pangan, dan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH).

Salah satu program prioritas yang telah direalisasikan adalah penyediaan sarana air bersih. Pada 2024, Pemdes Tigasan Wetan membangun tandon berukuran 4 x 4 x 2 meter. Fungsinya menampung air hasil pengeboran tanah sedalam sekitar 70 meter.

Airnya diangkat menggunakan dua pompa sible, kemudian ditampung di tandon sebelum didistribusikan kepada warga.

Setelah itu, dipompa kembali menuju sekitar 30 rumah warga di sekitarnya,ujar Kepala Desa Tigasan Wetan Nasan.

NYAMAN: Sekretaris Desa Tigasan Wetan Misnajianto (kanan) dan Pendamping Teknik Desa Kecamatan Leces Ahmad Faisol mengecek rumah milik Arma yang mendapat RTLH di Desa Tigasan Wetan.
NYAMAN: Sekretaris Desa Tigasan Wetan Misnajianto (kanan) dan Pendamping Teknik Desa Kecamatan Leces Ahmad Faisol mengecek rumah milik Arma yang mendapat RTLH di Desa Tigasan Wetan.

Program tersebut akan terus dikembangkan. Pada pencairan Dana Desa tahap kedua tahun ini, Pemdes Tigasan Wetan berencana membangun tandon baru di Dusun Curah Watu. Demi memperluas jangkauan layanan air bersih bagi masyarakat yang masih kesulitan air bersih.

Selain memenuhi kebutuhan dasar warga, Pemdes Tigasan Wetan juga memperkuat sektor ketahanan pangan melalui peternakan ayam petelur. Saat ini terdapat sekitar 1.600 ekor ayam yang dipelihara pada dua lokasi berbeda.

Sekretaris Desa Tigasan Wetan Misnajianto mengatakan, jumlah ayam ini merupakan hasil pengembangan bertahap. Sebelumnya hanya memiliki 600 ekor ayam. Kemudian, tambah 1.000 ekor.

 “Ke depan masih akan kami tambah sekitar 240 ekor lagi,katanya.

Dari peternakan ini, produksi telur mencapai sekitar delapan krat atau setara 80 kilogram per hari. Meski saat ini harga telur menurun dan harga pakan meningkat, program ini tetap memberikan manfaat. Sebab, mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat desa.

Kalau untuk PADes (pendapatan asli desa) memang belum menyumbang. Tetapi program ini sudah menyerap tenaga kerja yang ada,katanya. (gus/rud/*)

Editor : Fahreza Nuraga
#tigasan #wetan #desa #Pemdes #probolinggo