Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pemerintah Desa Malasan Kulon, Kecamatan Leces Jaga Kesehatan, Tingkatkan Kualitas Hidup Warga

Inneke Agustin • Jumat, 26 Juni 2026 | 10:22 WIB
SEHAT: Ketua BUMDes Malasan Kulon Alimin memberi makan sapi Belgian Blue di kandang. (INNEKE AGUSTIN/JAWA POS RADAR BROMO)
SEHAT: Ketua BUMDes Malasan Kulon Alimin memberi makan sapi Belgian Blue di kandang. (INNEKE AGUSTIN/JAWA POS RADAR BROMO)

PEMERINTAH Desa Malasan Kulon, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, terus mengoptimalkan pembangunan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Berbagai program dirancang untuk merealisasikannya.

Salah satu program yang menjadi prioritas Pemerintah Desa Malasan Wetan adalah pembangunan jalan baru di Dusun Gunung Malang. Jalan ini dibuka untuk mempermudah mobilitas warga menuju kawasan permukiman sekaligus area perkebunan yang menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat.

Pendamping Teknik Desa Kecamatan Leces Ahmad Faisol mengatakan, sebelum jalan baru dibuka, warga harus menempuh jalur memutar dengan jarak sekitar 1 kilometer. Kondisi ini kurang efisien, terutama bagi warga yang setiap hari beraktivitas di kawasan perkebunan.

Dengan adanya jalan baru ini, jarak tempuh antara permukiman dan area perkebunan bisa dipangkas menjadi sekitar 300 meter saja. Tentu ini sangat membantu aktivitas masyarakat,ujarnya.

Jalan yang dibangun lebarnya 3 meter dengan tambahan bahu jalan selebar 1 meter. Pada tahap awal, pemerintah desa berencana melakukan perkerasan menggunakan konstruksi makadam. Agar akses tersebut dapat digunakan sepanjang tahun.

Menurut Faisol, keberadaan jalan ini tidak hanya memudahkan pejalan kaki maupun pengendara sepeda motor. Tetapi juga memungkinkan kendaraan roda empat. Termasuk truk pengangkut tebu bisa melintas dengan lebih aman dan lancar.

AKSES: Seorang warga Desa Malasan Kulon, melintas di jalan baru yang menjadi jalur alternatif ke permukiman dan area perkebunan tebu.
AKSES: Seorang warga Desa Malasan Kulon, melintas di jalan baru yang menjadi jalur alternatif ke permukiman dan area perkebunan tebu.

Rencananya dilakukan perkerasan makadam terlebih dahulu. Dengan begitu, kendaraan pengangkut hasil pertanian maupun aktivitas masyarakat lainnya dapat berjalan lebih efektif,terangnya.

Komitmen meningkatkan kualitas hidup masyarakat juga diwujudkan melalui program jambanisasi bagi warga yang membutuhkan. Salah satu penerima manfaatnya adalah Pari, 60.

Sebelum mendapatkan bantuan, Pari menggunakan fasilitas WC sederhana dengan dinding gedek. Kini, ia telah memiliki jamban permanen yang lebih aman dan nyaman. Sekarang sudah jauh lebih nyaman karena bangunannya permanen,katanya.

Pemerintah Desa Malasan Kulon juga membangun tandon air bersih yang menjadi sumber layanan bagi masyarakat. Sejauh ini ada 32 sambungan rumah (SR) yang menikmatinya.

Pendamping Lokal Desa Kecamatan Leces Hel Abdul Rozaq menjelaskan, penyediaan sarana sanitasi dan air bersih merupakan bagian dari upaya pemerintah desa dalam meningkatkan kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Program jambanisasi ini menjadi salah satu langkah untuk mendukung penurunan angka stunting. Di sisi lain, ketersediaan air bersih juga sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan,jelasnya. (gus/rud/*) 

 

BERSIH: Pendamping Lokal Desa Kecamatan Leces Hel Abdul Rozaq di lokasi pembangunan jambanisasi di rumah Pari, warga Desa Malasan Kulon.
BERSIH: Pendamping Lokal Desa Kecamatan Leces Hel Abdul Rozaq di lokasi pembangunan jambanisasi di rumah Pari, warga Desa Malasan Kulon.

Dorong Ketahanan Pangan, Ternak Sapi Belgian

SEKTOR ketahanan pangan tak luput dari perhatian Pemerintah Desa Malasan Kulon. Salah satunya dengan mengembangkan usaha peternakan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Salah satu program unggulan yang kini dikembangkan adalah pemeliharaan sapi jenis Belgian Blue. Sapi yang dikenal memiliki pertumbuhan otot lebih besar dibanding sapi pada umumnya itu, diproyeksikan menjadi aset produktif desa sekaligus sumber pendapatan desa.

Ketua BUMDes Malasan Kulon Alimin mengatakan, sapi Belgian Blue dipelihara sejak sekitar tujuh bulan lalu. Meski masih masa pemeliharaan, nilai ekonominya sudah cukup menjanjikan.

Selama dipelihara sekitar tujuh bulan ini, sapi itu sudah pernah ditawar hingga Rp 21 juta,ujarnya.

Menurut Alimin, sapi tersebut tidak hanya dipersiapkan untuk penggemukan. Tetapi juga memiliki potensi sebagai pejantan unggul untuk program breeding atau pengembangbiakan ternak.

Dengan karakteristik pertumbuhan yang baik, Belgian Blue dinilai mampu menjadi investasi jangka panjang yang menguntungkan. Karena itu, pengelolaan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.

Ke depan, BUMDes Malasan Kulon juga berencana menambah populasi ternak. Terutama sapi betina guna mendukung program pembibitan. Namun masih menunggu kondisi harga sapi stabil.

Sini harga sapi masih cukup tinggi. Karena itu, kami menunggu harga kembali normal sebelum menambah populasi,jelasnya.

Ia optimistis nilai jual sapi akan terus meningkat seiring bertambahnya usia dan bobot ternak. Bahkan, jika pemeliharaan berjalan sesuai target, sapi Belgian Blue yang kini dipelihara nilai jualnya akan lebih tinggi dalam waktu setahun ke depan.

Kalau pertumbuhannya bagus dan dipelihara sampai ukuran optimal, kemungkinan setahun lagi bisa dijual hingga sekitar Rp 50 juta,jelas Alimin. (gus/rud/*)

Editor : Fahreza Nuraga
#Malasan #Perbaikan #jalan #Pemdes #kulon progo