TEGALSIWALAN, Radar Bromo—Menerobos palang pintu kereta api (KA) berujung maut. Seorang pengendara motor tewas usai nekat menerobos palang pintu perlintasan KA di Desa Malasan Wetan, Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo.
Korban disasak KA Ijen Ekspres relasi Banyuwangi-Malang. Insiden memilukan itu terjadi Senin (22/6) malam, sekitar pukul 23.38.
Korban diketahui bernama Ahmad Baidui, 21, warga Desa Gunungbekel, Tegalsiwalan.
Saat kejadian, korban mengendarai motor Yamaha Jupiter tanpa nomor kendaraan bermotor. Dia melaju seorang diri dari arah selatan menuju utara.
Sesampainya di ruas jalan Desa Malasan Wetan, korban hendak melintasi perlintasan kereta api bersamaan dengan melintasnya KA Ijen Ekspres jurusan Banyuwangi - Malang.
Pada saat yang sama, petugas jaga perlintasan telah menutup palang pintu sebagai tanda kereta akan melintas.
Namun, justru pada saat palang pintu sudah tertutup itulah, korban diduga nekat menerobos melalui sisi timur perlintasan.
Sisi timur ini merupakan lajur kendaraan dari arah utara menuju selatan. Akibatnya, kecelakaan tidak dapat dihindari.
“Kecelakaan terjadi saat kereta api melintas. Pengendara motor nekat melewati badan jalan sisi timur kemudian menerobos perlintasan kereta api,” kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Iptu Aditya Wikrama.
Benturan keras dengan kereta api yang melintas membuat korban terpental hingga sekitar 20 meter dari titik tabrakan. Motor yang digunakan korban juga rusak berat akibat kerasnya hantaman kereta api yang melaju dengan kecepatan tinggi.
Warga sekitar kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Unit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo.
Petugas yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sekaligus mengumpulkan keterangan dari petugas jaga perlintasan dan sejumlah saksi di lokasi.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga kuat kecelakaan terjadi akibat kelalaian korban. Dia memaksakan diri melintas saat palang pintu sudah tertutup sebagai tanda peringatan kereta akan melintas.
Usai kejadian, korban sempat dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun nyawa korban tidak tertolong akibat luka parah yang dideritanya.
“Kejadian tersebut mengakibatkan korban luka-luka. Atas luka yang dideritanya itu kemudian korban meninggal dunia di TKP,” terang Aditya. (ar/hn)
Editor : Muhammad Fahmi