
MENGUSUNG tema “Probolinggo Inovatif Berketahanan Iklim (PRO IKLIM),” berbagai kegiatan dilaksanakan dalam rangkaian HLH Sedunia di Kota Probolinggo. Semua perwakilan masyarakat terlibat dalam seruan aksi nyata, memperkuat upaya pengendalian perubahan iklim melalui kolaborasi lintas sektor. Serta, keterlibatan masyarakat dan penerapan solusi hijau untuk mewujudkan Kota Probolinggo berketahanan iklim.
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Sp.OG(K)., M.Kes. dalam arahannya mengatakan, peringatan HLH tahun ini di Kota Probolinggo sengaja mengambil tema PRO IKLIM. Mengingat, cakupan pohon di Kota Probolinggo masih kurang banyak.
“Penghijauan di Kota Probolinggo masih kurang 5 hektare. Padahal, pohon-pohon di ruang terbuka hijau inilah sumber oksigen terbesar yang hadir dalam kehidupan kita. Ini tugas bersama. Berbagai program dan inovasi berketahanan iklim harus terus dilakukan melalui sinergi dan kolaborasi agar terus berjalan secara berkesinambungan. Seluruh eleman masyarakat harus ambil bagian untuk menjaga lingkungan dan menghijaukan Kota Probolinggo,” ajaknya.
Ia juga mengingatkan musuh bagi kota yang berketahanan iklim adalah sampah. Karena itu, 4R yakni reduce, reuse, recycle, dan replant harus betul-betul dilakukan di semua tempat.
“Dari intansi, kantor, sekolah, pondok pesantren, bahkan lingkungan masyarakat terkecil RT/RW hingga rumah tangga,” katanya.
Di sisi lain, Pemkot membuktikan komitmennya dengan pemberian kendaraan roda tiga. Agar masing-masing RW se-Kota Probolinggo bisa mengelola sampah dengan baik melalui bank-bank sampah dan tidak ada lagi alasan sampah menumpuk di lingkungan masyarakat.
“Apalagi, pemilahan sampah di Kota Probolinggo memungkinkan masyarakat mendapat emas dari sampah yang dikumpulkan,” lanjutnya.
Di lokasi gelaran Festival HLH Tahun 2026 Kota Probolinggo, berbagai stan pameran inovasi DLH Kota Probolinggo ditampilkan. Ada inovasi Pasprotol, Je Panik Je Panas, Inovasi Pelita Si Abah, dan Probalistik.
Stan Pasar Penukaran Botol (Pasprotol), menjadi salah satu stan yang paling banyak dikunjungi masyarakat. Sebab, budaya memilah sampah botol plastik ternyata membawa manfaat. Sampah botol plastik bisa ditukarkan dengan berbagai kebutuhan bahan pokok seperti tahu, tempe, telur, mi instan, dan sebagainya.
Dalam kesempatan tersebut, untuk kali pertama, dilakukan penandatanganan Komitmen Tempat Ibadah dalam Penerapan Pengelolaan Sampah Skala Kawasan. Serta, penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba-lomba rangkaian peringatan HLH Sedunia Tahun 2026 di Kota Probolinggo.
Penampilan kesenian tradisional dari 5 kecamatan juga unjuk kebolehan. Di antaranya, tari kreasi “Ronjengan” dari Kecamatan Kedopok, tari kreasi “Se Berseh Akarya” dari Kecamatan Kanigaran, dan “Goyang Karang Kitri” dari Kecamatan Kanigaran. Kecamatan Mayangan mempersembahkan “Go GREEN” dan Kecamatan Wonoasih menampilkan fashion show gaun daur ulang sampah.
Kepala DLH Kota Probolinggo Agus Dwiwantoro, S.STP., M.Si. selaku dinas pengampu mengungkapkan, rangkaian kegiatan peringatan HLH telah dimulai dengan korve rutin oleh seluruh organisi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Probolinggo. Diikuti 250 peserta di area perluasan TWSL Kota Probolinggo, 5 Juni lalu.
“Kemudian dilanjutkan korve serentak gotong royong bersih-bersih di 5 pasar di Kota Probolinggo oleh 500 peserta ditambah 200 RW se-Kota Probolinggo, sekaligus lomba vlog pelaksanaan korve oleh seluruh RW se-Kota Probolinggo, 6 Juni lalu,” ujarnya.
Lalu, ada sosialisasi pengurangan kantong plastik di Pasar Randu Pangger. Sarasehan HLH diikuti dengan penanaman bibit pohon gayam di Gang Gayam, Kelurahan Pilang, pada 11 Juni. Dilanjutkan dengan Seminggu di TWSL (Semisel) pada 17-19 Juni. Di dalamnya ada lomba mewarnai tingkat TK, lomba melukis tingkat SD, dan sosialisasi cinta satwa.
“Penguatan kolaborasi lintas iman juga kami lakukan sebagai wujud pengelolaan lingkungan di tempat ibadah. Kegiatannya berlangsung di Gereja Jawi Wetan, pada 18 Juni. Sebagai rangkaian penutup, Sabtu pagi kami awali dengan gowes bersama Wali Kota dr. Aminuddin, lalu korve bersih-bersih di beberapa titik kota Probolinggo dilanjutkan dengan kegiatan Festival HLH ini sebagai acara pemungkas,” jelasnya.
Selain Wali Kota Probolinggo dan Wakil Wali Kota Probolinggo, hadir pula anggota Forkopimda atau yang mewakili Sekda Kota Probolinggo Budiono Wirawan, S.Sos., M.Si. Serta Ketua TP PKK Kota Probolinggo dr, Evariani, M.Kes.
Para asiten, staf ahli, kepala perangkat daerah, Kepala Kemenag Kota Probolinggo, para mitra LH (FKUB, Inklusif), perwakilan Kader Berseri, ProKlim dan Ecopesantran juga hadir. Begitu juga perusahaan support CSR, yakni pimpinan Bank Jatim Cabang Probolinggo dan perwakilan PT BJB Probolinggo, serta para Pembina Adiwiyata hingga para mitra lingkungan. (el/adv)
Editor : Fahreza Nuraga