KRAKSAAN, Radar Bromo-Beberapa hari terakhir, beredar sebuah flyer pemberitahuan bahwa akan ada pemadaman total selama tiga hari nonstop di wilayah Jawa-Bali.
Namun PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kraksaan menegaskan, flyer itu hoaks.
Flyer itu sendiri mengatasnamakan PLN dan tersebar cepat di tengah masyarakat melalui pesan berantai WhatsApp dan media sosial Facebook.
Dalam flyer tersebut, tercantum informasi seolah-olah resmi mengenai adanya pemeliharaan jaringan terencana secara total di Pulau Jawa dan Bali, kecuali DKI Jakarta dan Banten. Pemeliharaan akan berlangsung selama tiga hari mulai Senin hingga Rabu (22–24/6).
Flyer tersebut juga menyebutkan bahwa pemeliharaan itu akan berdampak pada pemadaman total tanpa bergiliran di wilayah Jawa dan Bali.
Bahkan, pemberitahuan itu juga mengimbau kepada pelanggan untuk melakukan berbagai persiapan sebelum pemadaman dilakukan.
Di antaranya, menyiapkan sumber listrik alternatif secara mandiri, memastikan alat kesehatan darurat berbasis baterai dalam kondisi siap.
Lalu, mematikan peralatan elektronik sensitif secara bertahap setelah pemeliharaan usai, serta mengamankan makanan yang mudah rusak.
Pemberitahuan yang terlihat seperti resmi karena menggunakan logo PLN tersebut, membuat sebagian masyarakat resah.
Flyer itu mulai beredar sejak Sabtu (20/6) dan menyebar luas di berbagai platform media sosial.
“Pengumuman akan ada pemadaman total selama tiga hari nonstop itu beredar sejak Sabtu (20/6). Banyak menyebar di medsos,” kata Ridwan, 36, warga Kecamatan Gending.
Ridwan yang memiliki usaha jasa print dan cetak foto mengaku khawatir dengan informasi tersebut.
Ia menyebut, jika pemadaman total benar terjadi, maka aktivitas usahanya akan lumpuh dan berdampak langsung pada pendapatan.
“Wah, kalau benar akan ada pemadaman total dipastikan tidak ada pemasukan. Kalau ada kompensasi sih lumayan. Saat pemadaman bergilir aja seperti saat ini pelanggan sudah berkurang,” terangnya.
Kekhawatiran serupa juga disampaikan Husnul, 45, warga Kecamatan Maron. Ia menilai, jika informasi itu benar terjadi, maka aktivitas masyarakat akan sangat terganggu.
Terutama karena saat ini hampir seluruh kegiatan rumah tangga bergantung pada listrik.
Menurutnya, berbagai peralatan rumah tangga seperti mesin cuci, penanak dan penghangat nasi, hingga pompa air untuk kebutuhan air bersih akan terdampak. Sebab, semuanya menggunakan listrik.
“Saat ini kan ada pemadaman bergilir. Nah kemudian ada pemberitahuan pemadaman total akan dilakukan. Entah itu benar atau tidak, yang pasti kegiatan sehari-hari akan terganggu,” ucapnya.
Menanggapi beredarnya informasi tersebut, Manajer ULP PLN Kraksaan Hans Tua Michele Sinaga menegaskan bahwa flyer yang beredar itu tidak benar dan tidak berasal dari PLN. Jadi, dipastikan hoaks.
“Dari corporate tidak mengeluarkan flyer seperti itu. Pemberitahuan yang beredar tidak benar,” tandasnya.
Ia menjelaskan, saat ini memang terdapat kondisi manajemen beban akibat adanya kendala operasional di pembangkit listrik milik PLN. Namun hal tersebut tidak berkaitan dengan informasi pemadaman total seperti yang tersebar di masyarakat. (ar/hn)
Editor : Muhammad Fahmi