KRAKSAAN, Radar Bromo - Sekitar 150 kepala keluarga (KK) di Dusun Togur Laok, Desa Tegalwatu, Tiris, Kabupaten Probolinggo, kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Penyebabnya, air Perumdam tidak mengalir.
Untuk mengurangi dampak krisis air tersebut, BPBD Kabupaten Probolinggo menyalurkan 6.000 liter air bersih, (18/6).
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan, bantuan diberikan setelah pihaknya menerima laporan bahwa aliran air Perumdam terhenti di Dusun Togur Laok.
“Begitu menerima laporan adanya gangguan pasokan air bersih, kami segera melakukan asesmen dan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak. Kemarin (Kamis, Red) kami mendistribusikan 6.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan sekitar 150 kepala keluarga di Dusun Togur Laok,” ujarnya.
Menurut Oemar, pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi prioritas karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Gangguan layanan air bersih di Togur Laok memaksa warga bergantung pada bantuan distribusi air untuk kebutuhan sehari-hari.
Karena itu, BPBD terus memantau perkembangan di lapangan sembari berkoordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait. Apakah bantuan air bersih masih terus dibutuhkan atau tidak.
“Apabila kebutuhan air bersih masih diperlukan, kami siap melakukan distribusi lanjutan agar aktivitas masyarakat tidak terganggu,” katanya.
Oemar berharap, permasalahan pada jaringan Perumdam dapat segera ditangani. Sehingga distribusi air kepada masyarakat kembali normal.
“Kami berharap gangguan layanan Perumdam dapat segera teratasi sehingga masyarakat dapat kembali memperoleh akses air bersih secara normal,” kata Oemar. (mu/hn)
Editor : Muhammad Fahmi