KANIGARAN, Radar Bromo - Pembangunan gerai dan kantor Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Probolinggo belum sepenuhnya tuntas.
Dari 29 KKMP yang sudah mulai pembangunannya, sisa 9 KKMP yang molor. Hingga separo tahun, pembangunan gerai KKMP tersebut belum juga rampung alias mangkrak cukup lama.
Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, pembangunan KKMP yang belum rampung terjadi di KKMP Kebonsari Wetan, KKMP Mangunharjo, KKMP Wiroborang, KKMP Tisnonigaran, KKMP Pilang, KKMP Ketapang, KKMP Kademangan, KKMP Triwung Lor dan KKMP Kedungasem.
Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, pembangunan gerai KKMP tersebut ada yang dimulai sejak Desember 2025. Ada juga yang di awal tahun 2026.
Jika meruntut jadwal sesuai kontrak pengerjaan, pembangunan gerai KKMP tersebut harus rampung dalam waktu berksiar 3 bulan lamanya.
Namun sayangnya, hingga saat ini pembangunan belum juga rampung. Bahkan, di lokasi pembangunan gerai KKMP sudah lama tidak ada aktivitas pekerja.
Seperti yang terjadi pada lokasi pembangunan KKMP Kebonsari Wetan. Sekitar satu bulan lamanya, sudah tidak ada lagi aktivitas pekerja.
Bangunan gerai masih terbengkelai, dengan kondisi atap belum terpasang. Padahal, pembangunan gerai KKMP kebonsari Wetan, sudah dimulai sejak Desember 2025 lalu.
Peltu Supaedi selaku Bati Komsos Sterdim Kodim 0820 saat dikonfirmasi membenarkan adanya 9 KKMP pembangunan yang belum rampung.
Namun, pembangunan tersebut belum rampung, bukan karena faktor di sengaja. Tetapi karena kelangkaan bahan material. Sehingga, pembangunan tersebut belum bisa diselesaikan.
”Iya Mas, ada 9 titik (KKMP) belum selesai, rata-rata sudah 75 persen. Kendala kelangkaan material,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Sabtu (20/6).
Soal pekerjaan yang belum selesai dan bahan material yang langka, Supaedi tak menjawab detail. Dia hanya mengatakan, untuk pembangunan struktur bangunan gerai sudah rampung. Kini, tinggal proses pengerjaan bagian atap dan pintunya. Nah, bahan material untuk pekerjaan tersebut masih langka.
”Spandek sama pintu harmonika yang rata-rata masih antre,” ujarnya. (mas/fun)
Editor : Abdul Wahid