KANIGARAN, Radar Bromo- Nonton bareng (nobar) pertandingan antara Spanyol dan Tanjung Verde dimanfaatkan Pemkot Probolinggo untuk mempererat kebersamaan dengan masyarakat. Selasa (16/6) dini hari, Pemkot menggelar nobar di GOR A. Yani, Kota Probolinggo.
Selain Wali Kota, hadir juga Sekda Kota Probolinggo Budiono Wirawan serta sejumlah kepala daerah, camat, dan lurah. Di babak pertama, Tanjung Verde cukup mengimbangi permainan Spanyol. Tercatat, hanya ada dua peluang emas yang mampu diciptakan Spanyol. Salah satunya dari Ferran Torres yang membentur mistar gawang.
Sesekali, Tanjung Verde tak mau tinggal diam. Negara debutan piala dunia ini memanfaatkan serangan balik meski gagal menciptakan peluang emas.
Pada babak kedua, Spanyol terus mengurung pertahanan Tanjung Verde, namun hampir tak ada peluang berarti. Spanyol mencoba menambah daya gedor dengan memasukkan Lamine Yamal dan Nico Williams, namun permainan disiplin Tanjung Verde mampu merepotkan Spanyol hingga pertandingan berakhir dengan skor kacamata.
Usai peluit panjang dibunyikan, Wali Kota Proboliggo dr. Aminuddin menyatakan, pihaknya ingin kembali menggelar kegiatan serupa. Terutama pertandingan yang lebih seru lagi agar masyarakat terhibur.
“Nanti kami lihat lagi jadwalnya. Untuk awal-awal ini kami gelar nobar pada pukul 11 malam. Kebanyakan jadwalnya dini hari. Agak repot (kalau dini hari) karena paginya harus kerja. Tapi nanti pada laga semifinal atau final kami bakal gelar nobar di waktu dini hari,” ujarnya.
Terkait hasil pertandingan Spanyol melawan Tanjung Verde, Aminiddun mengaku cukup kecewa skor tanpa gol. Meski sebenarnya di atas kertas, Spanyol seharusnya unggul. Tetapi fakta di lapangan berbicara lain.
“Kalau melihat selama pertandingan tadi, bisa disimpulkan kekuatan tim-tim peserta Piala Dunia sekarang sudah jauh lebih merata. Tidak ada lagi lawan yang bisa dianggap enteng. Terbukti, Spanyol ditahan imbang oleh negara kecil, Tanjung Verde,” ujarnya. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga