KANIGARAN, Radar Bromo- Ada yang menarik pada kepengurusan cabang olahraga (cabor) di Kota Probolinggo. Dari 8 cabor di bawah KONI Kota Probolinggo, posisi ketua cabor hingga pembinanya dijabat oleh anggota DPRD Kota Probolinggo.
Terbaru, Heri Poniman, yang terpilih sebagai ketua cabor Muaythai Kota Probolinggo. Selain Poniman, ada juga Saiful Iman sebagai ketua cabor Perbakin; Zainul Fatoni, ketua cabor Paramotor; Eko Purwanto, ketua Askot PSSI; Sibro Malisi, ketua Perbasi; Abd. Mujib, pembina Persani; Dasno, pembina Pordasi; dan dr Evariani, pembina Percasi.
Pergantian pengurus cabor di Kota Probolinggo masih berlanjut. Menyesuaikan masa periodisasi masing-masing cabor. Kebetulan masa kepengurusan semua cabor tersebut habis tahun ini. Tidak menutup kemungkinan, pergantian kepengurusan cabor-cabor lainnya bakal dijabat oleh anggota dewan.
“Dari 47 cabor di Kota Probolinggo, ada 5 cabor ketuanya adalah anggota dewan dan 3 cabor pembinanya anggota dewan. Tidak menutup kemungkinan cabor-cabor lain nanti ketuanya dari anggota dewan juga,” ujar Ketua KONI Kota Probolinggo Zulfikar Imawan.
Iwan menerangkan, pihaknya dan seluruh pengurus cabor meyakini kunci kemajuan prestasi daerah tidak hanya terletak pada bibit atlet. Tetapi juga pada kepemimpinan cabor yang kuat, peduli, dan punya daya ungkit.
Karena itu, kriteria utama pemilihan ketua cabor diarahkan pada figur tokoh masyarakat yang memiliki modal dasar. Salah satunya cinta dan peduli olahraga.
“Pembinaan olahraga butuh pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran di luar jam kerja. Ketua Cabor yang memang ‘punya hati’ di olahraga akan bergerak tanpa menunggu perintah, jemput bola ke sekolah, cari mitra, dan dampingi atlet meski dana belum cair. Tanpa modal cinta ini, program cabor akan mudah mati suri,” jelasnya.
Kenapa ketua cabor dan pembina banyak dari anggota dewan, Iwan mengungkapkan, akses dan jejaring dengan eksekutif sangat dibutuhkan. Seperti pembinaan butuh GOR, butuh izin kegiatan, butuh dukungan dinas. Ketua cabor yang mempunyai komunikasi baik dengan pemerintah daerah, akan mempercepat proses administrasi. Serta, mempermudah peminjaman sarana dan membuka peluang dukungan program. Selain itu, akses dan komunikasi dengan legislatif juga penting.
“Anggaran pembinaan, insentif atlet, dan pengadaan sarana diputuskan di DPRD. Ketua cabor yang dipahami dan dipercaya legislator akan lebih mudah memperjuangkan alokasi anggaran demi kepentingan atlet dan prestasi daerah,” ungkapnya.
Iwan menegaskan, ketua cabor yang dikenal dan dihormati masyarakat lebih mudah menggalang dukungan sponsor, mengajak sekolah binaan, dan memotivasi orang tua atlet. Kredibilitas ini jadi energi tambahan di luar anggaran KONI.
KONI tidak mencari ketua cabor yang sekadar bisa tanda tangan. Pihaknya butuh pemimpin yang punya hati untuk olahraga, pengalaman didunia olahraga dan kemampuan membangun jembatan dengan eksekutif, legislatif, dan masyarakat luas.
“Kombinasi ini yang akan membuat cabor bergerak cepat, transparan, dan berorientasi prestasi. Dengan semangat ini, KONI Kota Probolinggo mendorong seluruh cabor memilih ketua yang memenuhi kriteria tersebut, demi target prestasi Porprov dan kejuaraan nasional,” harapnya. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga