MALAYSIA, Radar Bromo - Atlet triathlon muda andalan Kota Probolinggo, Maurizka Nur Azizah, kembali menunjukkan kualitasnya di level internasional.
Atlet 16 tahun ini sukses mempersembahkan medali perak dalam ajang Asia Triathlon Junior Cup 2026 di Kampar, Malaysia, Sabtu (13/6).
Hasil tersebut menjadi pencapaian membanggakan bagi Maurizka. Pasalnya, ia tampil di kategori Junior Women, yang dihuni atlet-atlet berusia lebih tua dan lebih berpengalaman dari berbagai negara di Asia maupun luar Asia.
Ibunda Maurizka Renni Cahyoningtias mengatakan, putrinya menjadi salah satu wakil Indonesia bersama seorang atlet lainnya, Keenan, asal Bandung.
Keduanya dipercaya memperkuat Merah Putih pada ajang bergengsi yang menjadi salah satu tolok ukur kemampuan atlet triathlon muda di kawasan Asia.
Menurut Renni, kategori Junior Cup merupakan level di atas kelompok usia youth. Mayoritas peserta yang turun di nomor tersebut merupakan atlet kelahiran 2007-2009 atau berusia 17 tahun ke atas.
“Alhamdulillah, meski Maurizka masih berusia 16 tahun dan menghadapi lawan-lawan yang lebih senior, dia mampu meraih medali perak,” ujarnya.
Pada nomor Triathlon Super Sprint Junior Women, Maurizka harus bersaing dengan 22 atlet dari berbagai negara. Deretan peserta datang dari Rusia, Malaysia, Filipina, Australia, India, Korea Selatan, dan sejumlah negara lainnya yang dikenal memiliki tradisi kuat dalam olahraga triathlon.
Dalam perlombaan tersebut, para atlet ditantang menuntaskan tiga disiplin secara berurutan. Yakni, renang sejauh 750 meter, bersepeda 20 kilometer, dan lari 5 kilometer.
Ketiga nomor itu harus diselesaikan dalam waktu tercepat dengan transisi yang efektif antar-cabang.
Maurizka tampil konsisten sejak awal lomba. Ia mampu menjaga ritme persaingan di tengah ketatnya kompetisi hingga akhirnya mengamankan posisi runner-up dan berhak atas medali perak.
Persiapan menuju kejuaraan internasional tersebut dilakukan secara intensif di Camp Jasalindo, Situbondo. Selain berstatus atlet daerah, Maurizka juga merupakan bagian dari Program Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas), sehingga menjalani program latihan khusus untuk menghadapi berbagai agenda internasional.
Renni mengungkapkan, putrinya berangkat ke Malaysia pada Kamis (11/6) dan kembali ke Indonesia sehari setelah perlombaan usai.
“Tidak ada kendala berarti selama pertandingan. Hanya saja persaingan memang sangat berat, karena sebagian besar lawannya lebih tua. Juara pertama diraih atlet Rusia kelahiran 2008, sedangkan peringkat ketiga juga atlet Rusia kelahiran 2007,” jelasnya.
Tambahan medali perak dari Asia Triathlon Junior Cup semakin mengukuhkan Maurizka sebagai salah satu talenta muda triathlon Indonesia yang patut diperhitungkan.
Di usia yang masih sangat muda, atlet Kota Bayuangga, itu kembali membuktikan kemampuannya bersaing dengan atlet-atlet terbaik di level internasional sekaligus mengharumkan nama Indonesia di pentas Asia. (gus/rud)
Editor : Fahreza Nuraga