Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Parkir Insidentil Kota Probolinggo Disinyalir Banyak Bocor, Dishub Pengadaan Portal Parkir Elektronik Portabel Rp400 Juta

Arif Mashudi • Minggu, 14 Juni 2026 | 18:33 WIB
SUMBANG PAD: Salah satu parkir insidental di Kota Probolinggo. (Arif Mashudi/ Radar Bromo)
SUMBANG PAD: Salah satu parkir insidental di Kota Probolinggo. (Arif Mashudi/ Radar Bromo)

 

KANIGARAN, Radar Bromo - Realiasi retribusi parkir insidentil di Kota Probolinggo, disinyalir masih banyak bocor. Karena itu, Pemkot Probolinggo melalui Dishub tahun ini berencana melakukan pengadaan dua unit portal parkir elektornik portabel.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, pada tahun 2025 realisasi retribusi parkir insidentil mencapai Rp 209 juta atau 105 persen dari target yang ditetapkan Rp 200 juta. Lalu pada 2026, target itu dinaikkan menjadi Rp 565 juta.

Sayangnya, hingga pekan kedua Juni, retribusi parkir insidentil masih terealiasi sekitar Rp 61,46 juta. Masih sangat minim, setara sekitar 11 persen dari target.

Komisi II DPRD Kota Probolinggo pun meminta pemkot untuk meningkatkan realiasi PAD dari parkir insidentil. Caranya, dengan menggunakan portal parkir elektronik.

Ketua Komisi II, Ryadlus Sholihin Firdaus mengatakan, pihaknya dari awal mendorong dan mendukung langkah eksekutif untuk pengadaan fasilitas yang dapat meningkatkan PAD dari retribusi parkir. Termasuk pengadan portal parkir elektronik portabel.

Nantinya, portal parkir ini diletakkan di lokasi parkir insidentil. Harapannya, portal parkir itu, dapat mencegah kebocoran retribusi parkir insidentil.

Melalui APBD 2026, bahkan telah dialokasikan anggaran sekitar Rp 400 juta lebih untuk pengadaan portal parkir ini.

Baca Juga: Cikal Bakal Markas Kompi Yonzipur 10 Kostrad Pasuruan, dari Galangan Perahu Kolonial Menjadi Benteng Pertahanan Kedaulatan NKRI

”Hasil evaluasi, realiasi retribusi parkir insidentil baru tercapai 11 persen dari target. Kami mendorong pengadaan portal parkir elektronik portabel itu untuk segera direalisasikan,” katanya.

Kepala Dishub Kota Probolinggo, Pudi Adji Tjahjo Wahono tidak menampik bahwa realiasi PAD dari retribusi parkir insidentil masih rendah. Dengan target Rp 565 juta, hingga kini baru terealiasi sekitar Rp 61,4 juta.

Kondisi itu terjadi karena disebabkan beberapa faktor. Antara lain, minimnya lahan yang dapat menjadi kantong-kantong parkir insidentil, hingga banyaknya pemotor yang tidak membayar parkir.

”Banyak pemotor yang kabur tidak bayar retribusi parkir insidentil. Karena banyaknya kendaraan yang parkir insidentil, juga membuat kecolongan banyak yang tidak bayar,” katanya.

Karena itu dikatakan Pudi, anggaran sekitar Rp 400 juta yang disiapkan APBD akan dipakai untuk pengadaan dua unit portal parkir eleketronik portabel.

Nantinya, saat ada kegiatan dan diberlakukan parkir insidentil, penarikan retribusi akan lebih maksimal. Sebab, mereka yang parkir harus keluar melewati portal parkir elektronik portabel itu.

”Tahun ini dialokasikan Rp 400 juta untuk pengadaan portal parkir elektronik portabel. Sekarang masih proses pengadaan melalui pengadaan barang dan jasa,” terangnya. (mas/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#parkir kota probolinggo #portabel #parkir elektronik #dishub