KURIPAN, Radar Bromo- Kebakaran tempat produksi palet kayu di Desa Kedawung, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo, menyebabkan kerugian cukup besar. Korban Prayugo, 37, ditaksir mengalami kerugian mencapai Rp 100 juta.
Kerugian itu dampak amokan si jago merah yang menghanguskan belasan kubik kayu dan sejumlah peralatan produksi. Syukur tak sampai makan korban jiwa.
Kebakaran pertama kali diketahui oleh salah seorang pekerja, Zainal Bahri, 32, Rabu (10/6) siang.
Saat itu, kondisi lokasi produksi relatif sepi karena para pekerja sedang istirahat siang.
Zainal mengaku baru kembali ke lokasi setelah beristirahat sekitar pukul 12.30. “Sesampai di area produksi, saya lihat api sudah berkobar besar di tumpukan bahan baku kayu,” ujarnya.
Mengetahui itu, Zainal segera meminta bantuan warga sekitar dan pengguna jalan. Mereka berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.
Baca Juga: Ngecas HP di Atas Kasur lalu Ditinggal, Rumah Lantai 2 Warga Dringu Probolinggo Terbakar
Berbagai upaya dilakukan, mulai dari menyemprotkan air menggunakan selang hingga mengerahkan alat pemadam api ringan (APAR). Namun api yang terlanjur membesar sulit dikendalikan.
“APAR sampai habis delapan tabung, tapi api belum padam sepenuhnya,” katanya.
Adanya bencana ini pun dilaporkan ke Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kabupaten Probolinggo Unit Dringu.
Damkar memberangkatkan satu unit mobil pemadam kebakaran berkapasitas 3.500 liter serta satu unit kendaraan suplai air berkapasitas 4.000 liter.
“Petugas tiba di lokasi sekitar 30 menit kemudian. Setelah melakukan penyemprotan dan pendinginan selama kurang lebih 40 menit, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya,” ujar Inspektur Inspeksi Damkar Kabupaten Probolinggo Danang Purwanto.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu oleh puntung rokok yang mengenai tumpukan kayu.
Dugaan ini muncul karena titik awal api ditemukan berada di bagian bawah tumpukan kayu. “Kadang kalau mengenai kayu, awalnya api tidak akan terlihat. Tapi ketika sudah membesar, baru tampak,” jelasnya.
Akibatnya, sekitar 15 meter kubik kayu sengon yang siap dirangkai menjadi palet hangus terbakar. Dua unit mesin planer yang digunakan untuk proses produksi juga mengalami kerusakan akibat dilalap api.
Pemilik usaha, Prayugo, menyebutkan kerugian yang ditimbulkan dari kebakaran ini diperkirakan mencapai Rp 100 juta.
“Yang terbakar sekitar 15 kubik kayu sengon siap rangkai dan dua alat planer. Perkiraan kerugian mencapai Rp 100 juta,” ujarnya. (gus/rud)
Editor : Muhammad Fahmi