KANIGARAN, Radar Bromo - Rencana proyek rehabilitasi lanjutan Rumah Dinas (Rumdin) Wakil Wali (Wawali) Kota Probolinggo mulai ditender.
Pemkot Probolinggo membuka harga tender proyek dengan nilai Rp 1.417.500.000.
Dari 71 penyedia yang mengikut tender, sejumlah 19 penyedia jasa alias kontraktor langsung mengajukan harga penawaran. Penyedia dengan penawaran tertinggi adalah CV Mutiara Karya dengan nilai Rp 1.127.336.135,54.
Sedangkan, penawaran terendah berada di urutan ke-19, CV Loka Jaya, dengan nilai penawaran 1.350.169.631,20.
Kabag Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Kota Probolinggo Ari Puspita mengatakan, tender rehab lanjutan rumdin wawali masih proses tender.
Tim Pokja masih tahap evaluasi administrasi, kualifikasi, teknis, dan harga dari belasan penyedia yang mengajukan penawaran.
“Insyaallah tender akan selesai sesuai jadwal,” katanya, Senin (8/6).
Rumdin Wawali yang direhab ini berada di Jalan Suroyo Kota Probolinggo. Karena lama tidak ditempati, rumdin butuh perbaikan.
Selama rumdin direhab, Wawali Probolinggo Ina Dwi Lestari tinggal di rumah pribadinya di Jalan Brantas.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Pemukiman (PUPR-PKP) Kota Probolinggo Setiorini Sayekti mengatakan, dari beberapa kegiatan pembangunan di Bidang Cipta Karya tahun ini, salah satunya rehab lanjutan rumdin wawali.
Melalui APBD 2026, telah dialokasikan anggaran dengan pagu sekitar Rp 1,4 miliar.
“Sekarang masih tahap tender,” ujarnya.
Rini menerangkan, rumdin wawali memang perlu direhab. Sebab, area rawan terjadi genangan air sehingga bangunan harus ditinggikan.
Tahun kemarin, bangunan sisi utara ditinggikan. Tahun ini, rehab lanjutan difokuskan pada bangunan sisi selatan, mulai dari garasi, dapur, dan halaman.
“Sisi selatannya masih rendah. Kalau nanti tidak diangkat atau ditinggikan, akan banjir. Termasuk halaman, ada pekerjaan paving. Nanti bangunan akan ditinggikan 80 sentimeter seperti yang dikerjakan pada 2025,” terangnya.
Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo Muchlas Kurniawan mengingatkan agar rehab lanjutan rumdin tidak seperti pengerjaan pada 2025. Saat itu penyelesaian pekerjaan molor.
“Kami minta dalam menentukan penyedia sebagai pemenang benar-benar jeli. Memastikan miliki kemampuan serta modal. Supaya pekerjaan tidak terlambat seperti sebelumnya,” pesannya. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga