
PEMERINTAH Desa Bimo, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Salah satunya digencarkan melalui pembangunan infrastruktur dan program perlindungan sosial.
Berbagai kegiatan Pemerintah Desa Bimo, yang direalisasikan tahun ini difokuskan untuk memperlancar mobilitas warga. Sekaligus memberikan bantuan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Salah satu program yang telah dilaksanakan adalah pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di RT 03/RW 05 Dusun Pasar. Infrastruktur ini dibangun sepanjang 45 meter dengan lebar 40 sentimeter. Keberadaannya dinilai penting untuk menjaga kestabilan badan jalan sekaligus mengantisipasi longsor atau kerusakan lingkungan di sekitar permukiman warga.
Di lokasi yang sama, pemerintah desa juga merealisasikan pembangunan rabat beton jalan. Panjangnya 45 meter dengan lebar satu meter dan ketebalan 10 sentimeter. Pembangunan jalan ini diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Peningkatan kualitas jalan juga dilakukan di Dusun Jellun, RT 01/RW 01. Jalan sepanjang 512 meter dengan lebar 2,5 meter diaspal. Akses transportasi warga pun menjadi lebih nyaman dan aman. Pembangunan infrastruktur ini diharapkan mampu mendukung kelancaran kegiatan ekonomi, pendidikan, maupun aktivitas sosial masyarakat.
Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, Pemerintah Desa Bimo, juga menjalankan program pemberdayaan dan perlindungan sosial. Di antaranya, melalui bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi satu penerima manfaat serta penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) kepada tiga Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Para penerima berasal dari kelompok perempuan rawan sosial ekonomi.
Bendahara Desa Bimo Eryanto mengatakan, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas pemerintah desa, karena berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.
“Pembangunan bertujuan menunjang mobilitas warga agar lebih lancar dan nyaman. Program bantuan sosial juga tetap menjadi perhatian, agar masyarakat yang membutuhkan mendapatkan dukungan dari pemerintah desa,” ujarnya. (dik/rud/*)
Industri Kayu Dusun Jellun Tembus Pasar Global
KEBERADAAN industri kayu eksotik di Dusun Jellun, Desa Bimo, Kecamatan Pakuniran, terus berkembang dan menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat setempat. Produk olahan kayu eksotik ini berhasil menembus pasar internasional berkat kualitas serat kayu yang unik dan bernilai tinggi.
Kayu asal Dusun Jellun banyak diminati perajin mancanegara sebagai bahan baku berbagai produk. Mulai dari alat tulis, seperti bolpoin, gagang pisau hingga media edukasi. Tingginya permintaan menunjukkan produk kayu lokal memiliki daya saing di pasar global.
Bendahara Desa Bimo Eryanto mengatakan, keberadaan industri kayu ekspor memberikan dampak positif terhadap perekonomian desa. Selain meningkatkan perputaran ekonomi lokal, sektor tersebut juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar.
“Aktivitas produksi yang terus berjalan menjadi sumber penghasilan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa,” ujarnya.
Menurut Eryanto, potensi industri kayu ekspor masih sangat besar untuk dikembangkan. Apalagi, pasar luar negeri terus menunjukkan minat terhadap produk kayu dengan karakter serat yang khas dan berkualitas.
Meski demikian, pelaku usaha masih menghadapi kendala pada ketersediaan pasokan listrik yang belum memadai.
“Keterbatasan daya listrik kerap menghambat operasional mesin dan proses produksi sehingga memengaruhi produktivitas usaha,” katanya.
Ia berharap adanya perhatian serius pemerintah daerah untuk meningkatkan kapasitas jaringan listrik.
“Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, industri kayu ekspor di Dusun Jellun, diyakini dapat berkembang lebih pesat, meningkatkan nilai ekspor, serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat dan daerah,” ujarnya. (dik/rud/*)
RENCANA PEMBANGUNAN TAHUN 2026
· Membangun TPT sepanjang 45 meter dan lebar 40 sentimeter di Dusun Pasar RT/RW 3/5.
· Merabat beton jalan sepanjang 45 meter, lebar 1 meter, tinggi 10 sentimter di Dusun Pasar RT/RW 3/5.
· Mengaspal jalan sepanjang 512 meter dan lebar 2.5 meter di Dusun Jellun RT/RW 1/1.
· Membangun 1 unit RTLH
· Menyerahkan BLT DD kepada 3 KPM perempuan rawan sosial ekonomi.
Editor : Fahreza Nuraga