PEMERINTAH Desa Ranon, Kecamatan Pakuniran, terus berupaya mempermudah akses kebutuhan dasar masyarakat. Salah satu langkah yang kini menjadi fokus adalah pengembangan gerai waralaba pupuk dan gas elpiji guna memenuhi kebutuhan warga. Selama ini, warga harus menempuh perjalanan yang cukup jauh untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menjadi angin segar bagi Pemerintah Desa Ranon, Kecamatan Pakuniran.
Pemerintah desa telah mempersiapkan diri memaksimalkan keberadaannya, untuk mempermudah akses warga memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Saat ini proses pembangunan. Jika sudah selesai akan menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan warga,” ujar Kepala Desa Ranon Sirrahum.
Kondisi geografis Desa Ranon yang berada di bawah lereng Gunung Argopuro menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat. Sebagian kebutuhan pokok, termasuk pupuk pertanian, dan gas elpiji rumah tangga tidak selalu mudah diperoleh di sekitar desa.
Kehadiran gerai dalam naungan KDMP diharapkan mampu memberikan kemudahan. Sekaligus menekan biaya transportasi yang selama ini dikeluarkan warga.
“Banyak kebutuhan masyarakat yang harus dibeli ke bawah. Karena itu, melalui KDMP kami berupaya menghadirkan gerai pupuk dan elpiji agar lebih dekat dengan warga,” ujarnya.
Program tersebut, kata Sirrahum, bukan hanya berorientasi pada pelayanan. Tetapi, juga menjadi upaya memperkuat kemandirian ekonomi desa.
Dengan tersedianya kebutuhan pertanian dan rumah tangga di desa, aktivitas ekonomi masyarakat diharapkan semakin bergerak.
Mayoritas warga Desa Ranon menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian. Ketersediaan pupuk menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas lahan. Sementara, gas elpiji menjadi kebutuhan utama rumah tangga yang harus tersedia secara berkelanjutan.
“Kami ingin koperasi desa menjadi pusat pelayanan masyarakat. Tidak hanya sebagai tempat usaha, tetapi juga sebagai sarana memperkuat ekonomi warga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” katanya.
Pemerintah desa optimistis program KDMP akan menjadi motor penggerak ekonomi baru di Desa Ranon. Dukungan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program tersebut, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh warga. (mu/rud/*)
Rutin Gelar PMT, Imunisasi-Cek Kesehatan
KOMITMEN Pemerintah Desa Ranon, Kecamatan Pakuniran, dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat terus diwujudkan. Salah satunya melalui kegiatan Posyandu.
Di dalamnya terdapat banyak pelayanan. Di antaranya, imunisasi balita hingga berbagai layanan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat. Juga ada pemberian makanan tambahan (PMT).
Program kesehatan ini menjadi salah satu perhatian utama pemerintah desa, mengingat kondisi geografis Desa Ranon yang berada di kawasan lereng Gunung Argopuro.
Akses pelayanan kesehatan yang tidak selalu dekat, membuat upaya pencegahan dan pemantauan kesehatan masyarakat menjadi sangat penting.
Kepala Desa Ranon Sirrahum mengatakan, kegiatan Posyandu tidak hanya diperuntukkan bagi balita. Tetapi juga menjadi sarana edukasi dan pemeriksaan kesehatan bagi warga secara umum. “Posyandu menjadi salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan di desa,” katanya.
Melalui kegiatan ini, pemerintah desa berupaya memastikan tumbuh kembang anak berlangsung optimal, sekaligus mencegah munculnya berbagai masalah kesehatan sejak dini. PMT diberikan untuk mendukung pemenuhan gizi balita, sedangkan imunisasi dilakukan sebagai langkah perlindungan terhadap berbagai penyakit yang dapat dicegah.
“Utamanya stunting, menjadi perhatian khusus," ujarnya.
Selain pelayanan bagi anak, kegiatan Posyandu juga dimanfaatkan untuk pemantauan kesehatan masyarakat melalui pemeriksaan dasar yang melibatkan kader kesehatan dan tenaga medis terkait.
Sirrahum menilai, peran kader Posyandu sangat penting dalam mendukung keberhasilan program kesehatan desa. Mereka menjadi penghubung antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat.
“Kami ingin masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan. Melalui Posyandu, pelayanan bisa lebih dekat dan manfaatnya dapat langsung dirasakan warga,” jelasnya. (mu/rud/*)
Editor : Fahreza Nuraga