KOMITMEN Pemerintah Desa (Pemdes) Jorongan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat diwujudkan melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan warga secara langsung.
Mulai dari penyediaan layanan mobil siaga, peningkatan infrastruktur jalan lingkungan, hingga pengembangan peternakan ayam petelur sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan perekonomian desa.
Pelayanan kepada masyarakat menjadi salah satu prioritas utama pemerintah desa yang dipimpin Ahmad Yani ini. Karena itu, Pemdes Jorongan menyediakan mobil siaga yang dapat dimanfaatkan warga untuk berbagai kebutuhan mendesak.
Mobil siaga tersebut telah beroperasi sejak tahun 2023 dan hingga kini masih menjadi fasilitas yang sangat membantu masyarakat.
Kendaraan itu dikhususkan bagi warga Desa Jorongan yang membutuhkan layanan transportasi untuk keperluan kesehatan maupun kondisi darurat lainnya.
“Mobil siaga ini digunakan untuk mengantar warga yang sakit, korban kecelakaan, ibu yang akan melahirkan, bahkan pernah digunakan untuk mengantar ODGJ. Fasilitas ini khusus untuk warga Desa Jorongan,” ujar Kaur Keuangan Desa Jorongan, Andy Rachman.
Berbagai tujuan layanan dapat dijangkau melalui mobil siaga tersebut, mulai dari puskesmas, rumah sakit umum, hingga rumah sakit jiwa. Kehadiran fasilitas ini dinilai mampu mempercepat akses masyarakat terhadap layanan kesehatan sekaligus memberikan rasa aman ketika menghadapi kondisi darurat.
Tak hanya menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, Pemdes Jorongan juga berupaya meningkatkan kenyamanan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur jalan lingkungan.
Salah satunya melalui program pavingisasi jalan desa yang didukung Bantuan Keuangan (BK) Kabupaten Probolinggo.
Pembangunan dilakukan di Dusun Jawaan, tepatnya pada dua titik yang berada di RT 01 dan RT 02 RW 11. Proyek tersebut mencakup beberapa ruas jalan dengan volume pekerjaan yang beragam, yaitu sepanjang 44 meter dengan lebar 2,5 meter, 40 meter x 2 meter, 17 meter x 2,5 meter, 19 meter x 2 meter, serta 18 meter x 1,25 meter.
“Alhamdulillah seluruh pekerjaan sudah selesai dan terbangun 100 persen,” katanya.
Menurut Andy, sebelumnya ruas jalan tersebut memang sudah pernah dipaving. Namun, kondisi jalan telah mengalami kerusakan sehingga mengurangi kenyamanan warga saat beraktivitas. Padahal, jalan tersebut menjadi akses utama bagi sekitar 100 kepala keluarga (KK).
Ketika musim hujan, kondisi jalan yang rusak kerap menyulitkan mobilitas masyarakat. Kini, setelah dilakukan perbaikan, akses menjadi lebih nyaman dan aman dilalui. “Dulu kalau hujan cukup mengganggu aktivitas warga karena kondisi jalannya rusak. Setelah diperbaiki, masyarakat merasa lebih senang dan lebih nyaman saat melintas,” ujarnya.
Ternak Ayam Petelur Dorong Ekonomi dan Gizi Masyarakat
SELAIN memperkuat pelayanan publik dan infrastruktur, Pemdes Jorongan juga menaruh perhatian besar terhadap program ketahanan pangan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengembangkan peternakan ayam petelur yang berlokasi di Dusun Krajan 2.
Saat ini, sebanyak 1.000 ekor ayam petelur dibudi dayakan untuk menghasilkan telur yang dapat memenuhi kebutuhan pasar. Hasilnya juga sekaligus mendukung program pangan masyarakat.
Andy menjelaskan, program tersebut tidak hanya berorientasi pada produksi telur. Tetapi juga diharapkan mampu membuka peluang kerja bagi warga desa, meningkatkan pendapatan asli desa (PAD), serta membantu pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.
“Telurnya dipasarkan ke toko-toko sekitar. Kami juga menyasar sejumlah dapur MBG. Kami memilih ayam petelur karena telur merupakan salah satu bahan pangan yang sangat dibutuhkan masyarakat. Selain itu, ketika masa produktifnya selesai, ayamnya juga masih memiliki nilai jual,” jelasnya.
Keberadaan peternakan tersebut menjadi salah satu bentuk pemanfaatan potensi desa yang berkelanjutan. Hasil produksi yang terus berjalan diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang sekaligus memperkuat kemandirian desa.
Sementara itu, petugas penjaga sekaligus perawat kandang, Lukman Hakim, 31 menjelaskan bahwa pemeliharaan ayam dilakukan secara rutin dengan memperhatikan kebutuhan nutrisi dan kebersihan lingkungan kandang.
Ayam-ayam tersebut diberi pakan berupa campuran konsentrat, jagung, dan dedak sebanyak dua kali sehari, yakni pada pagi dan sore hari.
Selain pakan, ketersediaan air minum yang bersih juga menjadi faktor penting untuk menjaga produktivitas ayam. “Diberi makan dua kali sehari, pagi dan sore. Air minumnya juga harus selalu tersedia dan bersih,” katanya.
Menurut Lukman, secara umum seekor ayam petelur mampu menghasilkan satu butir telur setiap hari. Namun, produktivitas ternak sangat dipengaruhi oleh kualitas pakan, kecukupan nutrisi, serta kebersihan kandang.
“Yang penting campuran pakannya tepat dan air minumnya tidak kotor. Kebersihan kandang dan kebutuhan gizi ayam harus benar-benar diperhatikan agar hasilnya maksimal,” bebernya.
Melalui berbagai program tersebut, Pemdes Jorongan berupaya menghadirkan pembangunan yang tidak hanya berfokus pada pelayanan dasar dan infrastruktur, tetapi juga mendorong penguatan ekonomi serta ketahanan pangan desa.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya menciptakan desa yang semakin mandiri, produktif, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (gus/fun/*)
Editor : Abdul Wahid