PROBOLINGGO, Radar Bromo- Akhir-akhir ini cuaca di Kota dan Kabupaten Probolinggo cenderung berangin. Efek peralihan musim hujan menuju musim kemarau ini, membuat potensi kebakaran makin tinggi. Karena itu, warga diimbau untuk makin waspada.
Kepala Pelaksana BPD Kota Probolinggo Boedi Harjanto mengatakan, saat ini sudah mulai masa peralihan musim. Musim kemarau biasanya berlangsung mulai Juni hingga September.
“Pada masa peralihan ini biasanya angin cukup kencang. Baik dari angin pancaroba maupun di Kota Probolinggo ini ada angin gending juga,” katanya.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Probolinggo Yudha Arisandi mengatakan, puncak musim kemarau diprediksi akan terjadi pada Agustus.
“Saat ini masih pancaroba. Itu sebabnya, di beberapa daerah masih ada yang kadang hujan,” katanya.
Pada masa peralihan ini, angin lebih kencang dari biasanya. Bulan depan atau Juli, akan mulai muncul angin Gending.
“Itu kecepatannya bisa mencapai 15 sampai 20 kilometer per jam,” katanya.
Karena itu, Yudha mengimbau warga tidak mudah membakar sampah dan kemudian meninggalkannya begitu saja. Ataupun memasak menggunakan tungku dan kemudian lupa.
“Hal itu dapat berpotensi menjadi kebakaran, terlebih ketika lahan tersebut rumputnya kering atau dinding dapur terbuat dari bambu,” terangnya.
Hal senada disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief. Menurutnya, bulan depan ada beberapa daerah di kabupaten yang akan mengalami musim kemarau. Seperti Kecamatan Tiris, Sukapura, Lumbang, dan Sumber.
“Maka dari itu, kami meminta masyarakat tetap berhati-hati karena adanya faktor angin ini. Jika ada pohon atau bangunan yang rapuh, segera laporkan kepada pihak kecamatan atau petugas berwenang agar segera mendapat tindak lanjut sebelum tumbang,” pesannya. (gus/rud)
Editor : Fahreza Nuraga