KANIGARAN, Radar Bromo- Seleksi calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Probolinggo Periode 2026–2031, belum juga rampung. Beberapa pekan lalu Baznas RI dan Baznas Provinsi Jawa Timur, telah melakukan verifikasi faktual atau wawancara sebagai tahapan akhir proses seleksi.
Lambatnya hasil proses seleksi pengurus Baznas Kota Probolinggo, ini menjadi perhatian serius DPRD Kota Probolinggo. Komisi III DPRD mendesak Pemkot Probolinggo melalui Bagian Kesra jemput bola. Dengan harapan, hasilnya segera turun dan kekosongan pengurus Baznas bisa segera terisi.
Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo Muchlas Kurniawan mengatakan, seleksi ketua Baznas seharusnya sudah tuntas sebelum 31 Maret 2026. Karena masa jabatan pengurus lama berakhir pada tanggal 31 Maret. Ternyata, proses seleksinya masih menggantung dan ketua Baznas dijabat oleh pelaksana tugas (Plt).
“Sejak 1 April kemarin, ketua Baznas dijabat oleh Plt. Semoga saja pengurus dijabat Plt, tidak menghambat atau pun mengganggu proses administrasi ataupun kegiatan di baznas,” katanya, Jumat (29/5).
Muchlas menambahkan, pihaknya sudah meminta kepada Bagian Kesra, untuk proaktif. Termasuk jemput bolah ke Baznas Pusat.
Perkembangan terakhir, Tim Baznas Pusat dan Provinsi, sudah datang melakukan verifikasi dan wawancara terhadap 10 besar peserta. Hampir satu bulan, hasilnya belum juga turun. “Jangan terlalu lama dijabat Plt, karena tidak baik untuk keberlangsungan bagi Baznas itu sendiri,” tegasnya.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Probolinggo Andri Purwanto, membenarkan belum tuntasnya seleksi calon ketua Baznas. Proses seleksi hanya tinggal menunggu hasil verifikasi dan wawancara oleh Tim Baznas Pusat dan Provinsi.
Ia mengaku sudah berkomunikasi dengan Baznas Provinsi dan Pusat. Ternyata, ada 10 daerah lain yang prosesnya sama.
“Kemungkinan nanti hasilnya turun bersamaan dengan 10 daerah lain. Semoga pekan depan hasilnya sudah turun dari Baznas Pusat atau Provinsi,” harapnya. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga