KADEMANGAN, Radar Bromo – Ruas jalan yang gelap dan rawan di wilayah selatan Kota Probolinggo mulai ditambah penerangan jalan umum (PJU).
Rencananya, Pemkot Probolinggo melalui Dinas Perhubungan (Dishub) akan memasang 40 tiang PJU di sana.
Plt Kepala Dishub Kota Probolinggo Pudi Tjahjo Wahono mengatakan, pemasangan PJU baru ini merupakan langkah responsif terhadap desakan masyarakat untuk menambah penerangan di daerah itu. Namun realisasinya dilakukan bertahap.
Pemasangan PJU, menurut Pudi, dilakukan dengan tetap memperhatikan kekuatan anggaran.
“Tahun ini, anggaran hanya dialokasikan untuk pemasangan 40 PJU yang direncanakan di empat ruas jalan nasional,” ujar Pudi.
Baca Juga: Banyak Lampu PJU di Kota Probolinggo Padam, Dishub Sebut Dampak Angin Kencang
Keempat ruas jalan yang menjadi prioritas adalah Jalan Raya Kedungasem dan Jalan Ir. Sutami di Kecamatan Wonoasih.
Lalu Jalan Prof. Hamka di Kecamatan Kedopok dan Jalan Raya Bromo di Kecamatan Kademangan.
Sampai Kamis (28/5), sudah 13 titik yang dipasang PJU. Salah satunya di Jalan Raya Bromo, tepat di depan garasi bus NNR.
“Selanjutnya, tahun depan pihaknya akan kembali mengalokasikan anggaran untuk pemasangan PJU baru di ruas jalan yang lain,” katanya.
Ada pun pemasangan 40 PJU itu ditargetkan rampung bulan ini untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan warga.
Sebab, selama ini ruas jalan itu dikeluhkan gelap dan rawan kriminal.
Namun puluhan PJU yang dipasang di wilayah selatan itu, tidak semuanya baru. Sebanyak 14 tiang hasil pengadaan baru. Dan 26 tiang sisanya merupakan PJU yang dipindahkan dari Jalan Soekarno Hatta (Soetta) dan Panglima Sudirman (Pangsud).
“Kami sudah data, PJU lama di Soetta dan Pangsud yang masih bagus akan dipindahkan ke wilayah selatan. Kami prioritaskan jalan nasional yang gelap,” lanjut Pudi.
Meskipun statusnya jalan nasional, menurut Pudi, pemasangan PJU di ruas jalan itu tidak melanggar.
Sebab, aset itu tetap menjadi aset Kota Probolinggo. Sehingga pemeliharaan bisa langsung ditangani Dishub setempat.
Selain pemasangan tiang baru, Dishub juga melakukan pemeliharaan terhadap PJU yang rusak atau mati. Karena itu, proses pemasangan tidak bisa dilakukan secara cepat.
Ketua Komisi II DPRD Kota Probolinggo Ryadlus Sholihin menyambut positif pemasangan PJU di wilayah selatan. Dia pun tidak mempermasalahkan walaupun tiap PJU yang dipasang tidak semuanya baru. Sebagian besar relokasi dari Jalan Soetta dan Pangsud.
“Lebih baik relokasi ke wilayah selatan daripada menunggu pengadaan tiang PJU baru yang anggarannya belum tersedia. Dengan cara ini, titik yang minim penerangan dan rawan kriminal bisa segera tertangani,” kata Ryadlus. (mas/hn)
Editor : Muhammad Fahmi