Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tambah 200 Hektare Areal Tanam Tebu, Pemkab Probolinggo Bidik Lonjakan Produksi Gula

Agus Faiz Musleh • Senin, 25 Mei 2026 | 10:24 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

DRINGU, Radar Bromo- Perluasan areal tanaman tebu di Kabupaten Probolinggo mulai digencarkan. Tahun ini, pemerintah daerah menyiapkan pengembangan lahan seluas 1.200 hektare. Terdiri atas 1.000 hektare program bongkar ratun dan 200 hektare perluasan areal tanam.

Langkah itu dilakukan untuk mendongkrak produktivitas tebu sekaligus menopang target peningkatan produksi gula nasional. Program ini mulai dijalankan melalui tanam perdana di Desa Sekarkare, Kecamatan Dringu, beberapa waktu lalu.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo, luas panen tebu pada 2025 mencapai 2.459 hektare dengan produksi 18.110.246 hablur.

Pemerintah daerah menilai potensi pengembangan komoditas tebu masih terbuka lebar. Terutama di sejumlah wilayah sentra pertanian.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mengatakan, program bongkar ratun menjadi upaya peremajaan tanaman tebu yang produktivitasnya mulai menurun. Dengan pola ini, hasil panen diharapkan meningkat lebih optimal.

“Program bongkar ratun ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas tebu. Ini juga bagian dari upaya mendukung produksi gula nasional dan kesejahteraan petani,” katanya.

Menurutnya, hingga 22 Mei 2026, usulan kegiatan tebu yang telah memperoleh surat keputusan definitif mencapai 617,81 hektare untuk bongkar ratun dan 166,15 hektare perluasan areal tanam. Program itu tersebar di sejumlah kecamatan.

Seperti Kecamatan Dringu, Tegalsiwalan, Maron, Banyuanyar, Gending, Leces, Pajarakan, Bantaran, Tongas, dan Sumberasih.

“Potensi tebu di Kabupaten Probolinggo sangat besar. Karena itu, kami terus mendukung pengembangan sektor perkebunan agar mampu meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Program bongkar ratun dan perluasan areal tebu 2026 dilaksanakan serentak di 15 titik di 10 kabupaten di Jawa Timur. Kabupaten Kediri, menjadi lokasi utama pelaksanaan. Sedangkan, daerah lain, termasuk Kabupaten Probolinggo, mengikuti secara virtual.

Tenaga Ahli Direktorat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Kementerian Pertanian RI Baginda Siagian mengatakan, program tersebut menjadi salah satu prioritas pemerintah untuk memperkuat sektor perkebunan dan produksi gula nasional.

“Kami berharap potensi perluasan areal tebu di Kabupaten Probolinggo bisa terus berkembang. Karena itu, dibutuhkan dukungan semua pihak agar program ini berjalan maksimal,” katanya. (mu/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
#areal #pengembangan #tanaman #probolinggo #tebu