WONOASIH, Radar Bromo-Si jago merah mengamuk di Kelurahan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, Sabtu siang (23/5).
Dapur dan rumah warga bernama Muhammad Drajat, 30 hangus dilalap api.
Tak ada korban jiwa dalam insiden itu. Delapan kambing di dalam kendang yang terbakar juga berhasil diselamatkan.
Saat kebakaran terjadi, kondisi rumah sedang kosong. Drajat mengaku, saat itu ia tengah bekerja di sebuah toko yang berjarak sekitar 15 menit dari rumahnya.
Ia baru mengetahui rumahnya terbakar setelah didatangi salah seorang tetangganya.
“Saya kaget ketika ada tetangga menyusul ke tempat kerja dan memberi tahu kalau rumah saya kebakaran,” ujar Drajat.
Menurutnya, kepulan asap tebal pertama kali diketahui warga sekitar. Saat dicek, api sudah membesar di area dapur.
Warga pun berupaya memadamkan api secara mandiri menggunakan ember berisi air yang diambil dari sungai di dekat lokasi kejadian.
“Warga sempat mencoba memadamkan api pakai ember. Airnya diambil dari sungai karena lokasinya memang dekat sungai,” katanya.
Namun upaya tersebut belum mampu menghentikan kobaran api. Api terus merambat dan melalap seluruh bagian dapur, kemudian menjalar ke kandang kambing dan bangunan kamar yang berada di sampingnya.
Beruntung, bangunan kamar hanya mengalami kerusakan pada bagian dinding luar dan atap saja.
Drajat bersyukur seluruh kambing peliharaannya berhasil diselamatkan sebelum api semakin membesar.
“Alhamdulillah delapan kambing saya bisa diselamatkan lebih dulu. Tapi dapur dan kandang habis terbakar. Semua perlengkapan dapur juga hangus,” ungkapnya.
Terkait penyebab kebakaran, Drajat mengaku belum bisa memastikan secara pasti sumber api. Dugaan sementara mengarah pada tungku dapur yang sebelumnya digunakan memasak.
“Belum tahu pasti penyebabnya. Apakah ada yang membuang api atau memang dari tungku. Kata ibu saya tadi pagi tungku sudah dimatikan setelah memasak, tapi apakah benar-benar padam atau belum itu juga belum tahu,” jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, Drajat diperkirakan mengalami kerugian material lebih dari Rp 10 juta.
Meski demikian, ia mengaku belum sempat menghitung total kerugian secara rinci karena masih fokus membersihkan sisa kebakaran.
“Kalau ditaksir mungkin lebih dari Rp 10 juta, karena sekarang harga barang mahal semua. Tapi saat ini kami belum memikirkan itu. Mau masak saja juga belum bisa karena dapurnya habis terbakar,” tuturnya.
Sementara itu, Komandan Regu (Danru) Damkar Satpol PP Kota Probolinggo, Nanang Effendy mengatakan, laporan kebakaran diterima sekitar pukul 10.19 WIB dari salah satu relawan Redkar.
Petugas kemudian langsung menuju lokasi dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran berkapasitas 3.000 liter dan 5.000 liter.
“Unit 3.000 liter kami arahkan mendekati titik kebakaran, sedangkan unit 5.000 liter standby di depan gang. Akses menuju lokasi masih aman sehingga proses pemadaman tidak mengalami kendala,” jelas Nanang.
Petugas akhirnya berhasil memadamkan api sekitar pukul 10.53. Setelah proses pendinginan selesai dilakukan, situasi dinyatakan aman dan terkendali. (gus/mie)
Editor : Muhammad Fahmi