DRINGU, Radar Bromo-Apes benar Muhammad Aldo, 30. Peternakan ayam pedaging milik warga Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo mengalami kebakaran pada Selasa (19/5) pagi.
Belasan ribu bibit ayam mati akibat terpanggang. Pemiliknya ditafsir merugi hingga ratusan juta rupiah.
Salah satu pekerja di peternakan tersebut, Abdullah, 24, mengatakan bahwa saat kejadian ada empat orang pekerja di lokasi, termasuk dirinya.
Mereka tengah beristirahat karena baru selesai memasukkan ayam-ayam baru ke dalam tiga kandang di lokasi.
“Total ada sekitar 21 ribu anak ayam. Satu kandang ini isinya tujuh ribu dan di sini ada tiga kandang,” katanya.
Diketahui proses memasukkan anak ayam tersebut berlangsung pada Selasa (19/5) dini hari. Mulai pukul 02.00 hingga 04.00. Karena kelelahan, para pekerja ini pun beristirahat di gudang.
Namun sekitar pukul 06.45, mereka kaget melihat kepulan asap hitam tebal muncul dari kandang bagian tengah. Saat dicek ke dalam, api telah berkobar besar. Membuat mereka tak dapat berbuat apa-apa.
“Kami panik saat itu, tapi tidak bisa melakukan apa-apa. Mau memadamkan bagaimana, apinya sudah besar. Akhirnya kami telpon damkar,” katanya.
Beruntung tim damkar segera tiba dilokasi dan melakukan pemadaman. Meski dua kandang ayam di peternakan tersebut harus luluh lantak akibat amukan si jago merah. Sebanyak kurang lebih 14 ribu anak ayam mati terpanggang. Tak hanya itu, 14 kipas blower, 20 pemanas, dan 20 tabung gas elpiji turut terbakar.
Kabid Damkar Kabupaten Probolinggo, Andrea Parsaulian menyampaikan bahwa pihaknya mengerahkan tiga armada dalam kejadian tersebut. Yakni dua fire truck berkapasitas masing-masing 3500 dan 4000 liter, serta satu supply berkapasitas 4000 liter.
Bukan hanya dari Damkar Kabupaten Probolinggo, Damkar Satpol PP Kota Probolinggo juga melakukan perbantuan ke lokasi kejadian.
Komandan Regu (Danru) Damkar Satpol PP Kota Probolinggo, Surachman Arief menyebutkan bahwa pihaknya membawa satu unit fire truck berkapasitas 3500 liter.
“Proses pemadaman berjalan lancar. Kami melakukan pemadaman mulai pukul 08.20 hingga 09.55. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, hanya kerugian materil,” ungkapnya.
Proses pemadaman berlangsung lancar. Hanya saja akses ke lokasi hanya cukup untuk satu mobil saja sehingga armada kami berjajar ke belakang. “Dengan armada tersebut kami melakukan pengisian hingga 10 kali,” ungkap Andrea.
Pemadaman pun juga berkejaran dengan waktu. Ini karena jarak kandang ketiga juga cukup dekat.
Beruntung api tak sampai menghanguskan kandang sisi utara tersebut. Hanya dindingnya saja yang ikut terdampak. “Jadi ayamnya sisa yang di kandang sisi utara saja,” terangnya.
Selain itu, jarak peternakan tersebut hanya terpaut sekitar 50 meter dengan PG Wonolangan dan persawahan warga di sekitarnya yang harus turut diperhitungkan keselamatannya.
“Jadi kami melakukan pemadaman serta pendinginan. Karena di lokasi banyak sekam, kami harus betul-betul memastikan tidak ada api lagi. Proses ini baru selesai sekitar pukul 12.00,” katanya.
Andre menduga kebakaran tersebut disebabkan oleh konsleting listrik. “Sementara untuk kerugiannya ditafsir mencapai Rp 280 juta,” pungkasnya. (gus/fun)
Editor : Fandi Armanto