GADING, Radar Bromo -Tembok penahan tanah (TPT) di SDN Betek Taman 3, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, ambrol, usai diguyur hujan deras, pada Kamis (14/5) malam.
Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan pada bangunan utama sekolah.
Sebelum peristiwa itu, hujan deras disertai angin kencang terjadi di Dusun Tomangan, Desa Betek Taman, Gading, sebelum TPT ambrol. Hujan turun dengan intensitas tinggi, mulai pagi hingga sore.
“Diduga, hujan dengan intensitas tinggi itu membuat struktur tanah di sekitar sekolah menjadi labil dan akhirnya longsor,” terang Petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Probolinggo Agus Salim.
Menurutnya, TPT ambrol sekitar pukul 19.40. Panjang longsorannya kurang lebih 10 meter dengan tinggi sekitar 6 meter.
Beruntung peristiwa itu terjadi malam hari saat aktivitas sekolah sudah tidak ada. Selain itu, sekolah yang sedang libur membuat area sekitar dalam keadaan sepi.
“Untungnya tidak ada korban jiwa karena saat itu sudah malam dan sekolah memang libur,” katanya.
Bangunan sekolah tidak terdampak langsung oleh longsoran tersebut. Posisi longsoran berjarak sekitar satu meter dari teras sekolah. Sehingga ruang kelas dan fasilitas belajar mengajar tidak terdampak.
Meski demikian, material longsoran sempat menutup sebagian badan jalan yang berada tepat di bawah lokasi TPT. Akibatnya, kendaraan harus melintas secara bergantian di tempat itu.
“Longsorannya menutup sekitar setengah badan jalan di bawahnya. Tapi masih bisa dilintasi kendaraan,” terangnya.
Pasca kejadian, BPBD Kabupaten Probolinggo langsung melakukan asesmen ke lokasi pada Jumat (15/5). Selain mendata dampak longsor, petugas juga menyerahkan bantuan logistik untuk penanganan darurat.
Antara lain, empat lembar terpal dan 100 lembar sandbag. Terpal dipasang di area tebing yang longsor guna mengurangi risiko longsor susulan saat hujan turun lagi. Sedangkan sandbag akan diisi tanah dan digunakan sebagai penahan sementara.
“Terpal kami pasang di titik longsoran agar tanah tidak mudah tergerus air hujan lagi. Sementara sandbag akan dijadikan tanggul sementara,” jelas Agus.
Untuk penanganan lebih lanjut, BPBD Kabupaten Probolinggo masih berkoordinasi dengan Disperkim Kabupaten Probolinggo terkait langkah perbaikan permanen TPT yang ambrol.
“Sementara kami berkoordinasi lebih lanjut dengan Disperkim untuk penanganan berikutnya,” jelasnya. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi