KANIGARAN, Radar Bromo- Kabar terjadinya pembegalan di Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, Selasa (12/5) malam, ternyata hoaks.
Kala itu, Ketua RW di Kelurahan Kebonsari Kulon, Sanali, terjatuh usai mengejar sejumlah remaja.
Akibatnya, tangan kiri Sanali terluka. Ia pun dilarikan ke IGD RSUD dr. Mohamad Saleh, Kota Probolinggo.
Hal ini bermula ketika Sanali melihat segerombolan remaja di Simpang Tiga King. Ketika didekati untuk ditanya sedang apa, para peremaja ini kabur.
“Ada enam orang yang berboncengan dua motor. Jadi satu motor isi tiga orang. Mereka melarikan diri. Karena mencurigakan, korban yang merupakan ketua RW berupaya mengejar,” ujar Lurah Kebonsari Kulon Ahmad Isnaini.
Sanali sempat meminta para remaja berhenti. Bahkan, mengancam akan diteriaki begal. Merasa terancam, para remaja makin kencang menarik gas motornya hingga salah satu dari motor tersebut tergelincir.
“Tapi, korban tidak menghiraukan yang jatuh ini dan terus mengejar yang masih melarikan diri,” jelas Isnaini.
Ketika melintasi Jalan K.H. Ahmad Dahlan, tas para remaja ini ada yang terjatuh, sehingga mereka memutuskan berhenti, mengambil tasnya. Namun karena banyak orang, mereka tak jadi mengambil tas yang terjatuh dan memilih kabur.
“Korban kaget karena motor di depannya berhenti mendadak, ia tertabrak dari pengendara motor lain dari arah belakang. Akhirnya jatuh ke kiri, sehingga tangannya luka,” jelasnya.
Sanali lantas dievakuasi ke IGD RSUD dr. Mohamad Saleh. Ia harus menerima 6 jahitan. Sedangkan, tas remaja yang sempat terjatuh telah diamankan ke Polres Probolinggo Kota.
Plt Kasi Humas Polres Probolinggo Kota Iptu Zainullah mengatakan, kejadian ini bermula karena adanya sekelompok remaja yang dipepet kelompok remaja lain di Simpang Tiga King. Lalu, salah satu kendaraan terjatuh dan membuat korban curiga.
“Akhirnya, dilakukanlah upaya pengejaran. Tapi di tengah jalan korban malah kecelakaan, sehingga membuat ia terjatuh,” katanya. (gus/rud)
Editor : Fahreza Nuraga