Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Desa Ngepung Perkuat Ketahanan Pangan dengan Kembangkan Ayam Petelur

Inneke Agustin • Selasa, 12 Mei 2026 | 06:07 WIB
PRODUKTIF: Staf Desa Ngepung, Niwarto memanen telur ayam yang menjadi program ketahanan pangan. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)
PRODUKTIF: Staf Desa Ngepung, Niwarto memanen telur ayam yang menjadi program ketahanan pangan. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)

PEMERINTAH Desa Ngepung, Kecamatan Sukapura terus mengembangkan berbagai potensi desa sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.

Salah satu program yang kini menjadi fokus pengembangan adalah peternakan ayam petelur yang dikelola untuk mendukung ketersediaan pangan dan pemberdayaan ekonomi desa.

Saat ini, sebanyak 670 ekor ayam petelur dipelihara dan produktif menghasilkan telur setiap harinya.

Dari peternakan tersebut, rata-rata produksi telur mencapai sekitar 35 kilogram per hari yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat serta dipasarkan ke sejumlah wilayah sekitar.

Kepala Desa Ngepung, Abdul Muhit menyampaikan bahwa program peternakan ayam petelur tersebut akan terus dikembangkan secara bertahap.

Pemerintah desa berencana menambah jumlah populasi ayam guna meningkatkan hasil produksi dan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Ke depan kami berencana menambah jumlah ayam petelur agar produksinya semakin meningkat dan bisa memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi desa maupun masyarakat,” ujarnya.

Tak hanya fokus pada hasil utama berupa telur, desa juga mulai memikirkan pengelolaan limbah peternakan agar memiliki nilai tambah.

Salah satunya melalui pemanfaatan kotoran ayam yang nantinya diolah menjadi pupuk organik.

Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah desa berencana menggandeng dinas terkait guna memberikan pelatihan kepada masyarakat mengenai pengelolaan limbah peternakan yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi.

“Jika dikelola dengan baik, kotoran ayam ini bisa dimanfaatkan menjadi pupuk organik. Nantinya dapat digunakan sendiri oleh masyarakat desa maupun dijual ke daerah lain sehingga bisa menambah pendapatan,” jelasnya.

Selain pengembangan peternakan ayam petelur, Desa Ngepung juga memiliki potensi besar di sektor peternakan sapi perah.

Potensi tersebut selama ini menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat setempat yang berada di kawasan penyangga wisata Gunung Bromo.

Melihat peluang tersebut, pemdes berupaya mendorong pengembangan produk olahan susu agar memiliki nilai jual lebih tinggi.

Pemdes berencana bekerja sama dengan dinas terkait untuk memberikan pelatihan pengolahan susu sapi kepada masyarakat.

“Harapannya susu sapi tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi bisa diolah menjadi produk lain seperti es krim atau olahan susu lainnya sehingga nilai ekonominya meningkat,” tuturnya.

Menurut Abdul Muhit, lokasi Desa Ngepung yang berada di jalur wisata menuju kawasan Bromo menjadi peluang besar untuk memasarkan produk-produk olahan lokal kepada wisatawan.

Dengan pengemasan dan pengolahan yang baik, produk olahan susu dinilai memiliki potensi menjadi oleh-oleh khas daerah.

“Karena berada di jalur wisata, tentu produk olahan susu ini sangat berpotensi menarik minat wisatawan. Ini bisa menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat,” tambahnya.

SIAP OPERASIONAL: Gedung Koperasi Merah Putih di Desa Ngepung, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo yang telah selesai dibangun. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)
SIAP OPERASIONAL: Gedung Koperasi Merah Putih di Desa Ngepung, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo yang telah selesai dibangun. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Perkuat Infrastruktur Desa, Bangun Gedung PAUD Baru hingga Rencana Rest Area

PEMERINTAH Desa Ngepung terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan desa melalui berbagai penguatan infrastruktur dan fasilitas publik.

Tidak hanya fokus pada pengembangan sektor ekonomi dan ketahanan pangan, pemerintah desa juga aktif mendorong pembangunan sarana penunjang yang diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui partisipasi aktif Pemerintah Desa Ngepung dalam pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayah desa setempat.

Kepala Desa Ngepung, Abdul Muhit menyampaikan bahwa pemerintah desa turut berkontribusi menyediakan lahan untuk pembangunan fasilitas tersebut.

Menurutnya, lokasi gedung KDKMP dipilih di kawasan strategis yang berada dekat dengan jalan poros desa sehingga memudahkan akses masyarakat menuju lokasi koperasi maupun pusat aktivitas ekonomi lainnya.

“Lokasinya berada di dekat jalan poros sehingga akses menuju koperasi nantinya akan lebih mudah dijangkau masyarakat,” ujarnya.

Tak hanya menjadi pusat aktivitas koperasi, kawasan di sekitar gedung KDKMP juga direncanakan berkembang sebagai rest area penunjang wisata.

Pemdes menyiapkan lahan seluas sekitar 2.500 meter persegi yang nantinya dapat dimanfaatkan sebagai tempat singgah kendaraan wisata, baik bus maupun jeep wisata Gunung Bromo.

Keberadaan rest area tersebut diharapkan mampu mendukung geliat sektor wisata sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Desa Ngepung yang berada di jalur kawasan wisata Bromo.

KOKOH: Gedung Paud Tengger Balita yang dibangun Pemerintah Desa Ngepung, Kecamatan Sukapura. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)
KOKOH: Gedung Paud Tengger Balita yang dibangun Pemerintah Desa Ngepung, Kecamatan Sukapura. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)

 

“Harapannya kawasan ini bisa menjadi rest area bagi wisatawan sehingga dapat mendatangkan PAD desa sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar,” jelas Muhit.

Selain pembangunan infrastruktur ekonomi dan wisata, Pemdes Ngepung juga memberikan perhatian besar terhadap sektor pendidikan anak usia dini.

Salah satunya dengan membangun gedung baru PAUD yang diberi nama PAUD Tengger Balita.

Sebelumnya, kegiatan belajar mengajar PAUD tersebut masih menumpang di bangunan sekolah lain sehingga ruang belajar dinilai belum maksimal.

Melalui pembangunan gedung baru, pemerintah desa berharap proses pembelajaran dapat berlangsung lebih nyaman dan optimal.

“Kami ingin anak-anak memiliki tempat belajar yang lebih layak sehingga mereka bisa belajar dengan nyaman, senang, dan lebih semangat,” tuturnya.

Gedung PAUD tersebut diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas pendidikan, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak usia dini untuk mengembangkan kemampuan dasar dan karakter sejak awal. (gus/fun/*)

Editor : Abdul Wahid
#kecamatan sukapura #transparansi desa #desa ngepung